Sendu pantas untuk sana
 
Sendu hati yang terobati
Tubuh letih yang terkungkung janji
Terbaring diantara lipatan-lipatan mimpi 
Mengais puing-puing masa silam yang tlah terlewati
Diantara riuh rencak irama yang mereka sebut musikalisasi
 
Engkau meminang aksara yang kau racik jadi puisi
Lalu mencoba membacakannya pada mentari 
Berharap agar malam nanti aroma puisi masih wangi
Yang terbawa oleh desiran angin senja hingga dini hari
Dan kau mengulangi lagi ritual pagi sarapan puisi
Bersanding dengan secawan kopi yang telah tinggal ampas
Namun engkau tetap menikmati sendiri
 
Sendu hati yang tak juga pergi
Meski setangkup rindu engkau telah engkau hiasi
Dengan tetesan embun yang kau bilang suci
Aku tak peduli lagi dengan deretan kalimat yang kau tulis ini
 
Aku hanya ingin mendengarkan dari yang terkasih
Selalu nikmati untuk dilantunkan ketika pagi dan malam hari
Selalu mengajari tentang apa itu pasangan sejati
Jauh lebih nikmat daripada melihat tulisan-tulisan pagi
Yang tercetak dengan rapi dilembaran-lembaran kumpulan warta
Aku hanya ingin menggali
Dibalik lipatan-lipatan jejak kaki
Yang tak sempat bersuara lantang memaki
Disini aku hanya memunguti serakan-serakan abjad ini
Bersama dengan yang terpilih dan terkasih
Untuk aku abadikan didalam kamar tidurku sendiri
Sebab kebahagiaan hanya boleh masuk rumah kami
 
 
Jakarta 12 Agustus 2009
 








Praktisi Waluya Reiki
Reiki Training And Developmnent center

+622197424139/+622127136437+628569024880


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke