'Cinta' yang Berlebihan


Perempuan seringkali begitu terobsesi dalam impiannya tentang cinta. Demi
cinta, perempuan rela mengorbankan perasaan, bahkan kehidupan pribadinya.
Padahal, hubungan cinta idealnya memberikan peran yang sama antara perempuan
dan laki-laki.


Hubungan bisa dikatakan sehat bila Anda dan pasangan bisa dengan bebas
berkembang menjadi diri sendiri, sekaligus mendapatkan kepuasan dari
komitmen yang dijalani. Hubungan bisa menjadi tidak sehat bila salah satu
pihak tidak bisa menjadi dirinya sendiri, merasa terkungkung, dan terlalu
banyak berkorban untuk pasangannya.


Barangkali Anda tidak menyadari bahwa selama ini Anda telah begitu banyak
memberikan toleransi, yang akibatnya, kehidupan pribadi Anda menjadi
terganggu. Berikut tanda-tandanya:



1.     Saat merasa kecewa dengan sikap pasangan karena memperlakukan Anda
dengan buruk, Anda membuat rasionalisasi dan membandingkan sikap itu dengan
skenario kasus yang lebih buruk. Anda juga mulai menyalahkan diri sendiri.

2.     Saat pasangan bersikap buruk kepada Anda di hadapan orang lain, Anda
akan memohon maklum. Anda selalu ingin melindungi reputasi pasangan Anda,
meski menyakitkan bagi diri sendiri.

3.     Anda merasa seolah tidak bisa hidup tanpa dia, tidak peduli bagaimana
Anda diperlakukan. Ketakutan akan kesendirian secara emosional membuat Anda
bersedia mengkompromikan hidup Anda hanya untuk menghindari berakhirnya
hubungan.

4.     Anda terlalu khawatir apa yang mungkin pasangan Anda lakukan jika
Anda meninggalkannya. Anda merasa bertanggung jawab untuk
"menyelematkannya".


Jangan biarkan diri Anda terlalu banyak berkorban demi cinta. []


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke