Aku terpasung
Aku terpasung dalam bau anyir darahmu
Yang mengalir dari sudut selangkanganmu
Membutakan mataku dari nur akal yang memelukku
Menyumbat nalarku untuk berpikir secara waras
Aku terpasung dari sangkar manismu
Tampak anggun menikam naluriku
Namun menyandera kepakan lebar sayapku
Aku laksana anak ayam kehilangan semangnya
Lalu engkau tertawa ketika mendengar circitan suaraku
Yang menurutmu adalah kicauan terindah dari sang ayam
Aku ingin segera berlari dari cengkeramanmu
Agar aku menjadi musyafir dalam kesederhanaanku
Bapa………..semoga Engkau mendengarkan rintihanku
Sebagaimana aku mengetahui, bahwa Engkau Juru Selamatku
Walau aku kadang masih bimbang akan hal itu
Suatu pagi, September 2009
[Non-text portions of this message have been removed]