" Belajar Dari Musibah "
Saat ini musibah sepertinya begitu akrab di telinga kita.Silih berganti
musibah-musibah itu menyapa saudara kita, bahkan mungkin juga kita. Ada banjir,
tanah longsor, kebakaran, gempa bumi, hingga ancaman tsunami,semuanya terjadi
negri tercinta kita ini dengan bertubi-tubi...
Tepatnya tanggal 2 september 2009 pukul 15.55 di negri tercinta kita ini
terjadi sebuah musibah yg sangat mengggetarka jiwa yaitu gempa bumi hampir
diseluruh indonesia dengan kekuatan 7.3sh pusatnya di Tasikmalaya - Jawa
Barat,yg mengakibatkan sekitar 53 orang meninggal dan 38 orang hilang dan 2300
rumah hancur,itu baru data berita sementara mungkin masih sekitar 100 orang yg
belum ketahuan,,ya Allah jangan sampai terjadi...
pemandangan pilu yang terjadi di negri tercinta. Ada tangis bocah yang
kehilangan orang tua, ada erang kesakitan lelaki yang terhempas gempa, juga
jerit pilu perempuan setengah baya yang tertimpa reruntuhan batu bata.
padahal beberapa pekan lagi kita mau merayakan hari kemenangan islam,tapi Allah
berkehendak lain kpada mereka,semoga aja mereka semua meninggal dalam keadaan
islam,sahid dan diberikan tempat yg mulia disisimu ya Allah...amin
sobatku,bersykurlah kita dengan keadaan kita sekarang ini yg masih bisa
menangis dan tersenyum hingga saat ini,coba anda renungkan betapa berduka negri
ini,salah apakah negri ini,dosa apakah negri ini hingga harus selalu
mendapatkan musibah...mugnkin hanya engkaulah yang tau ataukah diri kita yang
menyebabkan negri ini menderita...?
Apakah Mungkin Tuhan mulai bosan karna Melihat tingkah kita Yang selalu salah
dan bangga dengan dosa-dosa Ataukah alam ini mulai enggan Bersahabat dengan
kita ?
janganlah menggap diri kita paling suci,baik,dan paling benar karna justru
dengan anggapan itulah yang selalu membuat negri ini menderita tanpa daya...
Sobatku, mungkin yang kita butuhkan adalah intropeksi diri. Sebab musibah yang
silih berganti itu adalah pesan Allah buat kita semua. Bahwa sepertinya ada
yang mesti kita benahi dari diri kita, dari masyarakat kita, dari bangsa kita.
Bahkan musibah itu bisa jadi pesan yang lebih keras, semacam peringatan dari
Allah bahwa sepertinya kita sudah terlalu jauh meninggalkan-Nya. Sebab Dia
mencintai kita, lebih dari cinta kita kepada-Nya.
[Non-text portions of this message have been removed]