Mencium Tangan Ibunda Oleh: Emha Ainun Nadjib
Tidak ada kebahagiaan dan kekayaan yang melebihi saat-saat kita mencium tangan Ibunda kita dan menangis tersengguk-sengguk di pangkuan beliau. Mudik adalah juga peristiwa tangis gembira di pangkuan Ibunda sejarah hidup kita, yakni kampung halaman dan sanak keluarga. Kemudian kampung dan keluarga paling dini dan sejati dari kehidupan kita adalah hakekat dan kehendak penciptaan Allah atas seluruh alam, atas kita semua makhluk hidup, serta atas firman-firmanNya. Maka kalau puasa Ramadhan memang telah kita lalui sebagai perjalanan badan, perjalanan batin, perjalanan mental dan moral vertikal Insya Allah kehadiran kita pada hari idul fitri adalah peristiwa menguakkan pintu rohani di dinding rumah Allah itu sendiri. [] [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ -----------------------------------------------*** Donasi Dana untuk Sarikata.com : No Rek : 145-118-2990 Atas Nama : Yudhi Aprianto BCA KCP : Gatot Subroto Jkt Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas donasi yang telah Anda berikan demi kelangsungan Sarikata.com di dunia maya ini. -----------------------------------------------*** cara keluar dari milis ini : kirim email kosong ke [email protected] dan REPLY email konfirmasi dari yahoogroups. Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/sarikata/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/sarikata/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[email protected] mailto:[email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
