Nahkoda Topi Emas

ku tapaki hidup penuh asa
kadang rintang menghadang
kerikil tajam menghujam
tertatih,
jatuh dan
merangkak kutempuh

aku hampir kehilangan jati diri
menangis hampir setiap hari
tapi, air mata itu tak pernah jatuh
kupandangi kalian berdua
disetiap malam ketika tubuh
mulai kurebahkan

aku terdiam,
akankah aku
kembali menjadi nahkoda
dengan topi emas 
untuk kalian

Bireuen, Aceh 18 Oktober 2009
muha



      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke