Selalu Positif Ketika Rini masuk ke perusahaan itu, Shelly sudah sebelas tahun bekerja di divisi pemasaran. Kini Shelly sudah menjabat sebagai marketing manager. Rini diterima sebagai general manager karena dia berpengalaman sebagai manager dan branch manager di berbagai perusahaan. Reaksi pertama yang dirasakan Shelly adalah rasa tidak puas. Sudah sebelas tahun dia bekerja, tapi kini orang baru yang akan menduduki jabatan general manager. Mengapa bukan Shelly?
Di kantor ini, Rini segera mulai mempelajari segala sesuatu yang dilakukan di sana. Mulai dari bisnisnya, produk yang dijual, tugas setiap divisi dan setiap karyawan, peraturan perusahaan, dan sebagainya. Karena Shelly sudah lama bekerja di perusahaan itu, tentu saja Rini ingin bertanya padanya. Sayangnya Shelly tidak suka. Pernah, ketika Shelly sedang rapat dengan staf pemasaran, Rini mengetuk pintu dan ingin ikut rapat. Rini merasa berhak ikut rapat. Bukankah dia adalah general manager yang membawahi seluruh divisi? Termasuk divisi pemasaran? Tak disangka-sangka, ketika Rini masuk ruang rapat, Shelly langsung berkata bahwa rapat itu adalah rapat khusus tim pemasaran saja. Rini tidak perlu ikut. Rini terkejut dan agak tersinggung. Tapi karena tidak ingin bertengkar di depan para karyawan, ia langsung keluar lagi tanpa berkata apapun. Sebenarnya Shelly takut. Takut kalau Rini semakin banyak tahu dan semakin pintar dan akhirnya membahayakan kedudukan Shelly. Shelly sebenarnya iri dan kuatir disaingi oleh Rini. Selain sudah lebih berpengalaman, Rini juga pintar berbahasa Inggris, sehingga Rini sangat dekat dengan orang-orang dari kantor pusat di luar negeri. Shelly semakin tertekan dan semakin merasa terancam. Bagaimana kalau dia kalah dan kemudian tersisih? Bagaimana kalau Rini terbukti lebih berprestasi? Ternyata hampir seluruh karyawan lain yang sudah lama bekerja juga merasa iri. Mereka mengakui bahwa Rini pintar dan baik, tapi justeru hal itulah yang membuat mereka takut dan merasa terancam. Sebenarnya Rini tahu bahwa dirinya tidak disukai. Dia menyadari hal itu. Selain langsung menjabat general manager, Rini juga mendapat fasilitas mobil, sedangkan dikantor itu tak seorangpun memperoleh fasilitas kendaraan, termasuk Direktur sekalipun. Rini memang minta disediakan mobil karena selama bekerja di berbagai perusahaan sebelumnya Rini selalu mendapat fasilitas mobil. Komisaris tidak keberatan. Tapi ternyata semua karyawan lainnya merasa sangat keberatan. Rini serba salah. Di satu pihak dia harus menunjukkan kinerja yang bagus, tapi di lain pihak apabila menunjukkan prestasi, maka dia akan semakin dimusuhi oleh yang lain. Rini akhirnya memilih untuk berfokus pada pekerjaan saja. Dia tetap be-kerja sebaik mungkin, tapi dia juga berhati-hati agar tidak menyinggung perasaan Shelly atau karyawan lainnya. Meskipun Rini sudah berusaha sebaik mungkin, namun mereka sulit berubah. Malah ketika Rini hampir menyelesaikan masa percobaan, direktur segera menghadap komisaris. Sikap objektif Dengan dukungan semua karyawan yang lain, dia minta Rini dipecat. Untunglah, komisaris bisa bersikap objektif, sehingga tidak mau menerima usulan tersebut. Rini lolos masa percobaan. Rini tetap bersikap baik dan rendah hati. Rini tidak keberatan mendatangi meja Shelly bila ingin bicara karena Shelly tidak mau dipanggil menghadap ke mejanya dengan alasan sibuk. Usulan pemasaran yang pernah diajukan oleh Rini dua bulan sebelumnya ditolak mentah-mentah oleh direktur. Tiba-tiba kini Shelly mengajukan usulan yang sama dengan usulan Rini dulu dan ternyata Shelly dipuji setinggi langit oleh direktur. Meskipun sakit hati, tapi Rini berusaha berpikir positif demi untuk kemajuan perusahaan. Lama kelamaan, rupanya kebaikan dan kerendahan hatinya membuahkan hasil. Sedikit demi sedikit, tim pemasaran semakin dekat dengan Rini. Meskipun Shelly masih memusuhinya, tapi sikapnya tidak terlalu terang- terangan lagi. Di depan karyawan lain, dia bersikap baik juga. Rini cukup senang dengan hasil yang dicapainya. Dia melawan sikap negatif disekelilingnya secara positif dan dengan penuh kerendahan hati. Tapi perjuangannya belum selesai karena dia masih harus memenangkan hati direkturnya yang masih belum mau bekerja sama. Dia ingin tetap menjaga sikap hati dan kerendahan hatinya. Be Positive! Be Positive! At all times! Sumber: Potensi Diri - Selalu Positif oleh Lisa Nuryanti, Pemerhati Etika dan Kepribadian [Non-text portions of this message have been removed]
