Tahun
lalu ketika saya belajar dari seorang guru, Krishnamurti. Pada awalnya saya
sedikit ragu dengan hukum tabur tuai yang beliau ajarkan. Dimana beliau
mengatakan, Semakin banyak kita menabur kebaikan maka semakin banyak kita
menuai kebaikan. Walaupun kita tidak selalu menuai kebaikan dari orang yang
sama. Begitu juga ketika kita menabur kejahatan maka suatu saat pula kita akan
menuai hasil kejahatan kita



Setelah saya renungkan,. ternyata hukum tabur tuai seperti halnya hukum
aksi-reaksinya newton. Dimana aksi = -reaksi. Minus bukan berarti hasilnya
negatif, melainkan menentukan arah dari reaksi tersebut. Ketika aksi adalah
proses pemberian kita kepada orang lain, maka reaksi berlawanan arah dari orang
lain kepada kita. Semakin banyak kita berbagi semakin banyak kita memberi maka
semakin banyak kita menerima dan semakin banyak kita menuai hasil berbagi kita.



Salah satu hal yang membuat saya semakin meyakini prinsip tabur tuai ini ketika
melakukan perjalanan ke pekalongan, saya sengaja menggunakan kereta ekonomi
agar bisa lebih banyak bercerita dan berbagi dengan pedangang asongan. Dalam
perjalanan saya berbagi ilmu tentang semangat, hypnosis dan sebagainya kepada
orang-orang disekeliling saya. . 

 

Tak
disangka, Tuhan mempertemukan saya kepada mas mulyadi, seorang tukang sulap
jalanan yang mengasong di kereta ekonomi. Dengan bahagia saya membeli beberapa
alat sulap dengan harga sangat miring dibandingkan dengan harga di toko sulap
manapun yang saya temui di jakarta.
Kualitas sama namun harga berbeda. Sebab maklum saja segmen pasarnya pun juga
berbeda. Yang saya salut dari mas Mulyadi adalah kebaikannya untuk berbagi.
Walau saya membeli alat kurang dari 20rb, beliau dengan kerendah hatiannya
malah berbagi banyak teknik sulap baru kepada saya. Sebagai balasannnya saya
pun berbagi beberapa teknik sulap yang beliau belum ketahui.



Alhamdulilah, dimana ada suatu niatan kita untuk berbagi, ternyata Tuhan pun
akan membalas kebaikan dan serta proses berbagi yang telah kita lakukan.
Seperti halnya prinsip sedekah, saya semakin meyakini hukum  tabur tuai
yang pernah diajarkan oleh guru saya tersebut. Semakin banyak kita melayani
semakin banyak kita mendapatkan rizki.



Seandainya saya tidak memiliki niat untuk berbagi di kereta ekonomi, mungkin
saya juga tidak pernah bertemu dengan mas mulyadi yang malah menjadi guru serta
sumber rizki saya di hari ini. 



Mari kita berbagi kebaikan di hari ini kepada siapa saja yang kita temui. Dan
yakinilah bahwa suatu saat kita akan menuai/menerima kebaikan yang telah kita 
jalani.



Salam berbagi senantiasa



A.Setiawan
Keep on Smile to Face the World
Mindset Programer; Trainer & Motivator
Certified Hypnotist, Certified Master Pract NLP
021- 91766445 | 
http://www.iwan-ketan.co.cc
SMIL-E TRAINER


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke