Senyum Adalah Shodaqoh

By: agussyafii

Ada seorang pria berjalan memasuki tempat cukur rambut yang banyak 
pengunjungnya, sambil menggandeng seorang anak laki-laki berambut gondrong. Si 
tukang cukur mendudukkan anak itu disatu-satunya kursi yang masih kosong dan 
mulai memotong rambut anak itu.

Belum berapa lama, pria tadi menggeliat, menguap dan berkata, "Aku hendak 
keluar mencari udara segar."

Tidak lama kemudian, si tukang cukur telah selesai memotong rambut si anak tadi 
dan sambil menyikat sisa-sisa rambut di baju lusuh anak itu, si tukang cukur 
itu menyindir dengan sinis.

"Aku harap ayahmu tidak melupakanmu di sini."

"Oh, dia sih bukan ayahku."

"Bukan ayahmu? Lalu dia itu siapa?"

"Nggak tahu," jawab anak itu. "Pria itu berjalan mendekatiku ketika aku sedang 
bermain dengan teman-teman dan dia tanya, apakah saya mau potong rambut gratis."

Cerita diatas saya hanya ingin mengajak teman-teman untuk tersenyum sebab 
sebagaimana Nabi Muhammad mengajarkan kepada kita 'Tabassumuka fi wajhi akhika 
shodaqoh, artinya 'Senyummu dihadapan saudaramu adalah shodaqoh (HR. Muslim).

Jadi, Sudahkah anda tersenyum dipagi hari yang indah ini?

Wassalam,
agussyafii
---
Tulisan ini dibuat dalam rangka kampanye program Kegiatan 'Muhasabah Amalia 
(MUSA)' Hari Ahad, Tanggal 18 April 2010 Di Rumah Amalia. Kirimkan dukungan dan 
partisipasi anda di http://www.facebook.com/agussyafii2, atau 
http://agussyafii.blogspot.com/, http://www.twitter.com/agussyafii atau sms di 
087 8777 12 431




      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke