dapet kiriman email bagus. penuh hikmah.
Fauzi Amri,
CV. MINA IT Solution and Maintenance
0751-9007201, 081363967968
Ini sebuah cerita dlm
email yang datang dari Irham SpOG (anak Dr. Kamardatus Suheimi, dokter
kandungan d RS Pekan Baru), dikirim ke ayahnya.
Tulisan yang menyentuh
kalbu. Kerna tulisan ini bagus dr Suheimi lantunkan ke milis semoga ada
faedahnya
Pagi ini saya dapat kiriman e-mail dari anak
say Irham SpOG
Tulisan yang menyentuh kalbu
Kerna tulisan ini bagus saya lantunkan ke milis kita
semoga ada faedahnya
Pagi itu klinik sangat sibuk. Sekitar jam 9:30 seorang
pria berusia 70-an datang untuk membuka jahitan pada luka di ibu-jarinya. Aku
menyiapkan berkasnya dan memintanya menunggu, sebab semua dokter masih sibuk,
mungkin dia baru dapat ditangani setidaknya 1 jam lagi.
Sewaktu menunggu, pria tua itu nampak gelisah,
sebentar-sebentar melirik ke jam tangannya. Aku merasa kasihan. Jadi ketika
sedang luang aku sempatkan untuk memeriksa lukanya, dan nampaknya cukup baik
dan kering, tinggal membuka jahitan dan memasang perban baru. Pekerjaan yang
tidak terlalu sulit, sehingga atas persetujuan dokter, aku putuskan untuk
melakukannya sendiri..
Sambil menangani lukanya, aku bertanya apakah dia
punya janji lain hingga tampak terburu-buru. Lelaki tua itu menjawab tidak, dia
hendak ke rumah jompo untu makan siang bersama istrinya, seperti yang
dilakukannya sehari-hari. Dia menceritakan bahwa istrinya sudah dirawat di
sana sejak beberapa waktu
dan istrinya mengidap penyakit Alzheimer.
Lalu kutanya apakah istrinya akan marah kalau dia
datang terlambat. Dia menjawab bahwa istrinya sudah tidak lagi dapat
mengenalinya
sejak 5 tahun terakhir. Aku sangat terkejut dan berkata, ?Dan Bapak masih pergi
ke sana setiap
hari walaupun istri Bapak tidak kenal lagi?? Dia tersenyum ketika tangannya
menepuk tanganku sambil berkata, ?Dia memang tidak mengenali saya, tapi saya
masih mengenali dia, kan ?
Aku terus menahan air mata sampai kakek itu pergi,
tanganku masih tetap merinding. Cinta kasih seperti itulah yang aku mau dalam
hidupku?
Cinta sesungguhnya tidak bersifat fisik atau romantis.
Cinta sejati adalah menerima apa adanya yang terjadi saat ini, yang sudah
terjadi, yang akan terjadi, dan yang tidak akan pernah terjadi.
Bagiku pengalaman ini menyampaikan satu pesan penting:
Orang yang paling berbahagia tidaklah harus memiliki segala sesuatu yang
terbaik, mereka hanya berbuat yang terbaik dengan apa yang mereka miliki.
[Non-text portions of this message have been removed]