Terimakasih. Good .............

 
Dalam Kasih-Nya,
on behalf LG. Hutagalung [mail to : [email protected]]
to Prepare a Way for King Of Glory
VISI : YESAYA   54  :  2 - 3, MISI : Kesatuan hati, Tumbuh Bersama dan 
Menangkan Jiwa [ KTM ]
Alamat : Jalan Air Bersih No. 26 Dumai28813
Hotline : 0856-67600003
Facebook: http://www.facebook.com/home.php?#!/COOL.AnggurBaru.Dumai?ref=profile
Sumbangan pelayanan : Bank Mandiri KCP Sutan Sarif Qasim No. 108 0007334874

Tahun 2010 adalah Tahun Pemulihan dan Tahun Kelimpahan.......






________________________________
Dari: Ananto Pratikno <[email protected]>
Kepada: sarikata <[email protected]>
Terkirim: Kam, 8 April, 2010 15:28:04
Judul: [Sarikata.com] Bersikap Murah Hati Itu Indah

Bersikap Murah Hati Itu Indah

"Only a life for other is a life worthwhile – Hidup hanya akan
berharga jika bermanfaat untuk orang lain."
Albert Einstein

Saya benar-benar bersyukur karena di tengah jadwal pekerjaan yang
sangat padat saya masih mempunyai kesempatan untuk menjenguk orang-
orang yang kurang beruntung. Setiap pengorbanan untuk mereka serasa
sangat kecil nilainya jika dibandingkan dengan segala yang saya
dapatkan. Sekian lama saya berkaca dan berpikir, semakin saya rasakan
bersikap murah hati itu begitu indah.

Andapun akan merasakan keindahan itu diantaranya dalam bentuk
kesenangan dan kebahagiaan, ketika Anda bisa memberikan sesuatu,
waktu maupuan kemampuan kepada orang-orang yang memerlukan. Kita
mungkin jawaban bagi orang-orang yang sedang dihimpit kesulitan. Saya
kira tiada yang lebih membahagiakan selain memberikan senyuman dan
harapan kepada mereka yang di ambang putus asa.

Selain kebahagiaan, pengalaman saat bertemu dan berbagi dengan mereka
selalu membuat semangat kerja saya kembali membara. Karena pengalaman
itu selalu mengingatkan saya untuk berusaha lebih giat supaya bisa
berbuat lebih berarti mengatasi kesulitan yang sedang mereka hadapi.

Sebenarnya kepekaan dan kemurahan hati kita terhadap kesulitan orang
lain juga merupakan akses terbaik terhadap potensi yang kita miliki.
Jika kita dapat merasakan derita mereka, maka kita akan bisa
bersyukur dengan limpahan jutaan nikmat yang sedang kita rasakan.
Rasa syukur itu akan menjadikan kita lebih optimis, berpikir dan
bertindak positif dalam berusaha.

Sementara bila kita sudah mampu membuka diri untuk membantu orang
lain dengan penuh keikhlasan, maka kita juga akan mudah menciptakan
tali persaudaraan. "Giving credit where it is appropriate will
encourage trust in relationship. – Kemurahan hati yang tepat sasaran
akan meningkatkan kepercayaan dalam sebuah persaudaraan," terang
Boomi NLS.

Semakin banyak yang dapat kita berikan, maka akan semakin besar
manfaat bagi kehidupan manusia. Kepekaan dan kemurahan hati akan
menghasilkan keajaiban luar biasa terhadap kehidupan, bagi orang yang
memberi maupun orang yang menerima. Mengingat begitu besar manfaat
kemurahan hati, jauh sebelumnya seluruh agama di dunia menganjurkan
kita untuk bersikap murah hati, diantaranya;

Islam:
"Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang
menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir
benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir; seratus
biji Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki.
Dan Allah Mahaluas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui." QS. Al-
Baqarah [2]: 261.

Kristen & Katolik:
"Barang siapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya
menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya
itu, bagaimanakah kasih dapat tetap di dalam dirinya? Anak-anakku,
marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah,
tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran." 1 Yohanes 3: 17-18.

Hindu :
Di agama Hindu, pustaka suci terutama Smertinya dan Upanishad
mengajar umatnya menjalankan aktivitas dana punia yang
berarti "pemberian yang baik dan suci"

Agama Buddha sangat mementingkan 6 paramita (6 perbuatan luhur),
antaranya dana paramita yang menegaskan amal, melayani dan mencintai
masyarakat . Buddha pernah berkata dalam Sirgalovada Sutta bahwa
dalam memberi derma, penderma memberi 5 hal kepada penerima yaitu :
memberi umur panjang, kecantikan, kenyamanan, kekuatan dan kemampuan
untuk memahami. Kekayaan memberikan sukacita dalam kebahagiaan kepada
orang yang memilikinya, bukan hanya untuk sendiri tetapi untuk semua
makhluk.

Pada prinsipnya semua agama menganjurkan kita untuk bermurah hati.
Tetapi tidak semua agama mengatur secara terperinci besarnya nilai
yang harus disedekahkan. Dalam agama Islam dianjurkan untuk bermurah
hati, dan memberlakukan 3 jenis zakat sebagai manifestasi anjuran
tersebut. Ketiga zakat tersebut adalah zakat harta (setahun sekali
sebesar 2,5% dari jumlah harta), zakat penghasilan, perkebunan dan
perniagaan dan lain-lain (sebesar 2,5% dari penghasilan per bulan),
dan zakat fitrah (2,5 kg beras per jiwa setiap tahun).

Sedangkan dalam agama Kristen dan Katolik juga menganjurkan untuk
bermurah hati. Bahkan kedua agama tersebut memberlakukan aturan
kepada pemeluknya untuk mensedekahkan setidaknya 10% dari penghasilan
maupun harta setiap bulannya. Sementara dalam agama Budha
menganjurkan untuk mensisihkan 25 % dari penghasilannya untuk
kebutuhan iuran dan derma.

Saya berandai-andai, jika seluruh penduduk Indonesia yang terdiri
dari masyarakat beragama semuanya murah hati dan sadar akan kewajiban
untuk memberikan sebagian kecil saja dari hartanya, maka akan terjadi
perubahan yang ajaib dalam kehidupan masyarakat Indonesia dalam waktu
yang sangat singkat. Walau hanya sebagian kecil saja yang
disumbangkan tetapi kompak dijalankan oleh seluruh masyarakat yang
mampu, mungkin tidak akan ada warga yang harus menderita karena
kemiskinannya.

Saya mencoba menghitung dana yang terkumpul bila kita semua,
khususnya umat yang beragama, menyumbangkan sedikit saja dari harta
sesuai dengan anjuran agama. Berdasarkan data dari BPS (Biro Pusat
Statistik), dari sensus penduduk Indonesia pada tahun 2000 tercatat
jumlah penduduk Indonesia seluruhnya adalah 206.264.595 jiwa. Jika
diperkirakan jumlah penduduk yang tergolong mampu hanya 20% dari
total penduduk pada tahun 2000, berarti jumlah penduduk yang mampu
sekitar 41.252.919 jiwa. Seandainya setiap jiwa yang mampu tersebut
bermurah hati dan sadar akan kewajibannya lalu menyumbangkan seribu
rupiah saja setiap bulan, maka akan terkumpul dana 41.252.919 jiwa X
Rp. 1.000,- = 41,253 milyar setiap bulan dari seluruh penduduk yang
mampu di Indonesia.

Itu merupakan hitungan dana berdasarkan jumlah penduduk pada tahun
2000. Padahal tingkat pertumbuhan penduduk rata-rata adalah 1,49% per
tahun. Berarti jumlah dana tersebut pada tahun ini bisa lebih dari
41,253 milyar jika penduduk yang mampu hanya menyumbangkan seribu
rupiah saja per jiwa.

Saya kira dana sebesar itu sangat besar nilainya untuk membantu
kesulitan atau menumbuhkan perekonomian masyarakat dari satu wilayah
ke wilayah yang lain di seluruh pelosok negri ini. Dana sebesar itu
mungkin dapat digunakan untuk menciptakan suatu lapangan usaha yang
menyerap tenaga kerja. Bukankah dengan cara demikian kondisi
perekonomian masyarakat miskin dapat diperbaiki? Mungkin dengan
sedikit kemurahan hati, kita tidak lagi mendengar ada masyarakat yang
makan karak, menderita busung lapar, gizi buruk dan lain sebagainya.

Tetapi kenyataan berkata lain. Beberapa waktu lalu saya membaca
sebuah berita di koran yang memuat tentang penderitaan sepasang warga
yang miskin dan renta. Mereka tidak mempunyai penghasilan tetap.
Penghasilan mereka hanya dari buruh ngasak (mencari padi dari sisa-
sisa panen). Sungguh mengiris hati, mereka terpaksa makan karak (sisa
nasi yang dikeringkan) untuk dapat melanjutkan kehidupan. Ironisnya,
di tengah tekanan kenaikan harga kebutuhan pokok yang semakin tinggi,
mereka justru tidak mendapatkan dana kompensasi BBM seperti yang
dijanjikan oleh pemerintah.

Apakah sepenggal kenyataan memilukan itu salah satu penyebabnya
adalah tidak adanya kesadaran untuk bersikap murah hati dalam hati
kita? Atau mungkin faktor kesibukan atau faktor-faktor lain
menyebabkan kita tidak dapat memberikan bantuan secara signifikan.
Supaya kita selalu ingat dan semakin bermurah hati sesuai dengan apa
yang sudah dianjurkan oleh agama, serta mendapatkan manfaat dari
kemurahan hati kita, seharusnya kita memahami beberapa prinsip
berikut ini.

Prinsip yang pertama adalah mulailah dari diri sendiri. Jangan
mengharapkan orang lain bermurah hati dulu terhadap kita, baru kita
memulainya. Akan jauh lebih mulia jika kita berinisiatif menggugah
kesadaran dari dalam diri sendiri untuk bermurah hati terlebih dulu.

Prinsip selanjutnya adalah menghapus anggapan bahwa harta kekayaan
menjadikan kita aman, karena hal itu tidak akan pernah terjadi. Harta
memang memudahkan kita mendapatkan segala sesuatu yang kita inginkan.
Tetapi harta juga sangat mudah menguap atau hilang oleh sebab-sebab
yang tidak terduga.

Prinsip ketiga bahwasanya akan selalu ada orang-orang atau organisasi
yang mendapatkan manfaat dari kemurahan hati kita. Oleh sebab itu
fokuslah untuk memberikan rasa bahagia, semangat dan kepada orang
yang memerlukan. Selanjutnya, mereka akan menolong orang lain lagi.
Begitu seterusnya dan menjadi mata rantai kebaikan yang bergulir
terus dan tidak pernah terputus.

Prinsip berikutnya adalah berapapun jumlah yang ingin kita dermakan
itu sebenarnya bukan persoalan. Maka rencanakan siapa atau organisasi
apa yang akan menerima kemurahan hati kita. Berapapun jumlahnya, yang
terpenting adalah kita memberinya dengan penuh keikhlasan dari dalam
lubuk hati yang paling dalam. Kemurahan hati yang terencana dan masuk
dalam program bulanan kita akan mendisiplinkan sikap untuk
membahagiakan orang-orang yang kurang beruntung itu.

Prinsip ke lima adalah tidak memaksakan diri untuk memberi lebih dari
yang kita sanggupi. "Carilah apa yang bisa kau dapatkan, sumbanglah
apa yang bisa kau berikan, tabunglah sebisamu. - Earn all you can,
give all you can, save all you can," kata John Wesley menganjurkan.
Betapapun kita ingin bermurah hati, tetapi kita juga harus
menyesuaikan diri dengan kondisi. Jangan sampai kemurahan hati kita
menyebabkan kita sendiri mengalami kebangkrutan. Karena sebenarnya
sekecil apapun kemurahan hati kita maka akan memberikan kebaikan.

Prinsip ke-6 merupakan rahasia inti dari kemurahan hati kita adalah
tidak mengekspos kedermawanan yang sudah kita berikan. Jangan pula
membanggakan kedermawanan atau berharap apapun dari apa yang sudah
kita berikan, karena jika hal itu terjadi bukanlah kemurahan hati
namanya melainkan manipulasi. Ketulusan dari kemurahan hati kita
pasti memberikan imbalan yang positif dengan cara yang tidak kita
sangka-sangka.

Meskipun itu hanya 1% atau 2% dari seluruh harta kita pasti akan
sangat berpengaruh positif terhadap Anda dan orang lain. Kedermawanan
kita akan menciptakan harapan yang besar dan memotivasi orang lain.
Relakan sebagian kecil dari milik kita untuk menciptakan perubahan
bagi kehidupan orang lain. Sebenarnya pada saat kita bermurah hati
berarti kita sedang membukan jalan untuk mendapatkan sesuatu yang
lebih baik dari yang pernah kita berikan. Bersegeralah bersikap murah
hati, dan rasakan sendiri bahwa kemurahan hati kita itu terlihat
begitu indah.

Sumber: Bersikap Murah Hati Itu Indah oleh Andrew Ho. Andrew Ho
adalah seorang motivator, penulis buku best seller, dan seorang
pengusaha.


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

-------------------------------------------------
Donasi Dana untuk Sarikata.com :
BCA : 145-131-0238 | BNI : 001-432-7613 
BRI : 0206-0100-0020-501 | A/N : Yudhi Aprianto
-------------------------------------------------
Sarikata @ Facebook : 
http://www.facebook.com/group.php?gid=49585017711
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++Yahoo! Groups Links



__________________________________________________
Apakah Anda Yahoo!?
Lelah menerima spam?  Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam  
http://id.mail.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke