STEPHEN BOSCHMAN ( III )
   
  “Kuberserah di masa-masa pembedaan ini…
  Masa yang tiada berujung untuk satu ikatan pasti;
  antara cinta, kebencian, penaklukan, dan pembagian
  warna manusia yang enggan melawan dinding takdirnya.
  Pemisahan… Oh, siapakah yang menghendaki arus
  keangkuhan ini? Kepada siapa harus kumohon
  untuk mengembalikan penempah hatiku?”
  Prajurit muda itu berkata lembut.
   
  “Entahlah… Terlalu jauh hatimu berlari,
  mencoba menggapai awan di langit pemisahan.”
  Sahutku bersesal… “Apa yang menjadi bagianmu
  untuk seorang gadis kaum pribumi? Oh, tidak…
  Stephen Boschman! Kejarlah butir cintamu
  yang memuncak mengepal padas.”
   
  2006, Leonowens SP  

 
---------------------------------
Have a burning question? Go to Yahoo! Answers and get answers from real people 
who know.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke