BENEDENSTAD ( III ) Di Benedenstad Sebuah kota berbenteng keangkuhan. Sang nyonya berdiri mengenyam rinai hujan. Dan seorang lelaki Tionghoa berambut thau cang datang menghampirinya, berkata: nyonya, hujan ini tiada memulihkan kesepianmu, karena hujan ini bukanlah anganmu. Dihadapan tembok itu, lelaki berambut thau cang pergi setelah setitik berbahasa. Lenyap ditelan hujan 2006, Leonowens SP
__________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed]
