BENEDENSTAD ( IV ) Di BenedenstadÂ… Hari itu hujan bersahabat riuh dengan bumi. Basahi tanah dan menyiram hati, serpih ranggas dedaunan, meleburkan tubuh di tanah pengandungnya. Sang nyonya hanya berdiri di tengah hujan. Entahlah, berapa lama lagi ia bertahan? Walau matahari kian terkatup pekat. Nyonya Bernike setia menunggu, dan menungguÂ… Hingga kenangannya pergi meninggalkan tembok itu. 2006, Leonowens SP
__________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed]
