ORANG TUA ITU TELAH PERGI MENABUR BUNGA… ( IV )
   
  (Sebuah Solilokui Untuk Sobron Aidit)
   
  Bersama sebatang rokok kretek di tangan ini, kucari relung-relung kenangan 
bersamanya: awal dari segala penggalian baru, dan waktu tiada pernah 
mengingatkan ujung dari segala pembicaraan. Hari demi hari melangkah, waktu 
mempertemukan dua pikiran berbeda latar usia dan perjalanan, orang tua itu 
memiliki kerendahan hati dan keras dalam sebuah tekad: berlari mengejar waktu 
yang terbuang.
   
  Aku hanya mampu mengingat, dan tiada daya untuk mewujud ingatan itu menjadi 
sekeranjang bunga untuk kisah kaum eksil yang kini menetap di Paris. Hanya 
angin di sudut malam yang menari menggoda untuk digenggam, setelah seorang 
karib di Amsterdam dengan perlahan mengingatkan dalam pesannya tentang orang 
tua itu: bunga itu telah bertabur di penjuru bumi! Ya, telah kutemukan setitik 
api dalam kebekuan gunung bersalju.
   
  2007, Leonowens SP

 
---------------------------------
The fish are biting.
 Get more visitors on your site using Yahoo! Search Marketing.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke