MENGGAYUNG BANJIR ( II ) Matahari perlahan merebahkan dirinya dibalik tubuh gedung-gedung menjulang. Cahayanya seakan redup terbungkus langit berkerak awan mendung. Di atas jalan layang ini, kau dan aku berjalan perlahan langkahkan kaki diantara kepedihan dan cinta. Debur keduanya telah menggoyahkan karang di hati dan keakuan diri, mungkin hanya sesaatÂ… Setelah banjir ini usai, setelah keriuhan kota kembali bergeliat, setelah waktu memupus kenangan pahit; kita akan kembali berkarang! Di sore ini, mulut terkatup enggan mencibir takdir. Hanya hati saling bersahut tiada menentu, menyambut kesaksian mata diatas galau kota. Luka para pengais mimpi, dan mereka yang tak puas menjemput mimpinyaÂ… Bencana ini tiada berpihak, tiada memilih. Kuasa alam yang enggan ditaklukkan oleh penguasa kota. Siapa yang menghadirkan malapetaka ini? Hanya kebodohan yang selalu menunjuk takdir alam. 2007, Leonowens SP
--------------------------------- Now that's room service! Choose from over 150,000 hotels in 45,000 destinations on Yahoo! Travel to find your fit. [Non-text portions of this message have been removed]
