PERIAS-PERIAS NASIB ( III )
   
  “Ikatlah aku demi keabadian, wahai sang penakluk sepi!”
  “Oh, pengelana malam... Berlarilah mengejar senja mataku.”
  Perias-perias nasib menarikan bujuk di atas percik cinta.
   
  “Terlalu lelah aku menghapus nasib di ceruk karma ini.”
  Suara itu perlahan keluar dari mulut hati berkarang.
   
  2007, Leonowens SP 

 
---------------------------------
Sucker-punch spam with award-winning protection.
 Try the free Yahoo! Mail Beta.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke