DOA NONA JINGGA
   
  “Kembalikanlah dawai-dawai rasaku, 
  sebelum srigala suasa mencabiknya di kepul 
  purnama,” lemah pinta nona jingga kepada pilar kapur 
  pancak dewa. Sembari mengira rintih pandan,
  ia sentuh seonggok nisan cinderahati 
  pemanah bayang. Gemulai bibir memangku
  butir-butir embun daun mata. Nona jingga meresapkan
  desir alun persetubuhan daun bambu di kaki
  mangkuk pebukitan porselein hijau.
  “Kembalikanlah demi suciku,” doanya lirih
  kepada abu di guci persemayaman dendam kuburnya.
   
  2007, Leonowens SP   

       
---------------------------------
Fussy? Opinionated? Impossible to please? Perfect.  Join Yahoo!'s user panel 
and lay it on us.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke