MATA PANAH ANGIN TIMUR
   
  “Petiklah mata panah Angin Timur,
  sebelum jemari hati baja meleburnya menjadi
  ranting-ranting sakura,” tabib pengembara salju mengikat
  pesannya di dasar sungai luka hujan. Penyulam
  bulu angsa tersedu di pinggir atap gua
  kucilan srigala, setelah menyaksi tabib itu berair
  mata tiga warna: berakhir darah. Mata 
  panah Angin Timur dinanti munculnya dari gorong-gorong 
  perut gerhana matahari. “Tunggu petunjuk angin,”
  sekali lagi sang tabib menjumpai ajalnya.
   
  2007, Leonowens SP   

       
---------------------------------
Got a little couch potato? 
Check out fun summer activities for kids.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke