PEMIJAK SEKAM
   
  Pancang angin gelisah berdiri di tebing kota 
  api. Pemijak sekam tak kunjung patah memancang 
  angin, agar kokoh mencapai benang-benang awan. Hatinya 
  basah oleh debur kenangan yang menjilat syahwat 
  asanya. Sewaktu gelap bergemulai, pemijak 
  sekam bersujud telusuri darahnya di 
  batu benteng api; memilin doa 
  diujung telunjuk langit harimau: “terkamlah 
  di cagak ini, agar kuasa berdiri melindungi kota api.” Dan 
  doa kian berkelahi dengan lelah sang angin.
   
  2007, Leonowens SP

       
---------------------------------
Be a better Heartthrob. Get better relationship answers from someone who knows.
Yahoo! Answers - Check it out. 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke