PICIK SERAH ( III )
Seonggok penyamun serabut kuning gersang,
bersaru tenggelam selepas memadu badai ranting kaca.
Cakaran kata haluskan tuduh di selimut budi
taring. Lukanya oleh Picik Serah,
terdayung api nafsunya;
memanis racun dua ambisi! Turut tandus perjumpaan riak
bersilang nasib, para anginpun mematuk liur
di jalan-jalan pelintas galau. Batu
dan pepohon menghamba
pada iringan saksi waktu-waktu pengantin celaka: timbulnya
satu kitab berpahat nama emas.
2007, Leonowens SP
---------------------------------
Looking for a deal? Find great prices on flights and hotels with Yahoo!
FareChase.
[Non-text portions of this message have been removed]