UNDANGAN DISKUSI

Belakangan, kita menyaksikan semacam perkembangan lain dari
karya-karya "spiritual" (dalam arti lain bisa dikatakan "sastra
religius), yang tidak hanya sekadar mengekspresikan kekaguman dan
ketakjuban, namun juga menyingkap "hidup" seperti apa yang ada,
berlangsung dan terjadi di dalamnya. Dalam bentuk lain ia kadang
menjadi semacam profanisasi dari simbol-simbol sakral dunia spiritual,
bahkan sebuah kritik yang keras terhadap keyakinan-keyakinan
tradisional kita. Berbagai agama dunia telah menghadapi sastra semacam
ini dengan sejenis kecemasan yang berkemungkinan menghantam bahkan
menhancurkan ototritas-otoritas utama dalam agama mereka.
Karya-karya terkenal macam Da Vinci Code" (Dan Brown), Satanic
Verses (Salman Rushdie), sejumlah besar karya sastra dalam negeri dari
pengarang-pengarang seperti Danarto, Zawawi Imron, Sutardji CN, Muhidi
M Dahlan dari kalangan muda, dan banyak lainnya (termasuk dari
kalangan sastra Hindu dan Budha), dapat menjadi contoh beberapa.
Dunia spiritual ini juga yang antara lain nampaknya mengilhami
hampir sebagian sastrawan modern dan posmodern, dalam karya-karya
mutakhir mereka yang mendapat acclaim internasional. Sebut saja
nama-nama dunia seperti Gabriel G. Marques, Carlos Fuentes, Ben Okri,
Chinua Achebe, Arundhati Roy, dan banyak lagi. Terma baru dalam sastra
modern seperti "magic realism" dapat dikatakan berada dalam semangat
ini, yang ternyata berjangkit secara luas hingga sebagian pengamat,
beberapa kawasan utama dunia melahirkan bentuk dan gaya yang lahir di
kawasan Amerika Latin tersebut yang khas dan berbeda.
Maka sungguh menarik bila kita meninjau kembali (kaena memang
tema ini sudah pula dibahas berulang di banyak tempat sebelum ini)
bagaimana spiritualitas di masa kini mengambil atau memosisikan
dirinya dalam dunia sastra. Atau seberapa jauh, seberapa dalam, dalam
bentuk bagaimana, dan seterusnya, sastra melihat dan memoisikan
spiritualitas dalam semua medium ekspresinya? Ketika banyak sosiolog
menyatakan kita telah memasuki masa "post-religion" adakah bentuk lain
dari spiritualitas (atau agama dalam pengertian tersendiri) yang
bermain atau "dimainkan" dalam sastra saat ini?
Serial diskusi yang bertajuk "Spiritualitas dalam Sastra" ini
rencananya akan diselenggarakan pada:

Waktu : Rabu, 24 September 2008, 15.00 WIB
Tempat : Bentara Budaya Jakarta
Jl. Palmerah Selatan 17 Jakarta
Pembicara : Yudi Latif (Sosiolog, Pemerhati Islam dan Kebudayaan)
St. Sunardi (Ahli Sastra dan Filsafat Arab)
Abdul Hadi WM. (Penyair dan Peneliti Sastra Islam)
Moderator : Radhar P. Dahana

Diskusi serial di atas diharapkan dapat diikuti oleh para
aktivis sastra, sastrawan, pengamat, penikmat, wartawan, mahasiswa dan
pihak-pihak lain dalam masyarakat sastra. Diskusi akan diikuti dengan
acara buka puasa bersama.

Trims,
Geger
Koordinator Bale Sastra Kecapi

Kirim email ke