Saksikan
Emerging Choreographers
The
9th Indonesian Dance Festival 2008
SORE INI
Senin, 27 Oktober 2008
Pk.16.00 – 18.30 WIB
Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki
Jl.Cikini Raya 73
Jakarta Pusat
Harga Tanda Masuk: Rp. 10.000,- (Sepuluh Ribu Rupiah)Sekretariat:
(021)31903916, 3911329)
Koreografer terpilih dari hasil Lokakarya
Koreografi The 9th IDF 2008
14
– 26 Oktober 2008 di P4TK Seni Budaya Yogyakarta
JUDUL : TUBUH – “KAMI”
Koreografi : Jasmine Mireki Okubo & Wisnu
HP
Penari :
Jasmine Mireki Okubo & Wisnu HP
Sinopsis :
“
Jepang memaknai “Kami” dengan rambut dan Tuhan.
“Kami” – aku dan kau, rambut – tubuh menyatu.
Ketika tubuh di titian rambut, ia berbicara
horizontal yang bermuara pada image / pencitraan. Tubuh, ketika berada dalam
garis vertikal, ia menyapa dalam detak jarum jam berbalik arah di titik enam ke
delapan. Rambut dan Tubuh dalam ruang “KAMI”’
JUDUL : “Hedonic”
Koreografi
: Asri Mery Sidowati
Penari :
1. Asri Mery
2. Eri Yofan
3. Dyka
4. Shanti
Sinopsis :
“Kehidupan yang menuntut berbagai
aturan, membuat beberapa anak muda berjalan dalam keterkekangan, yang kemudian
membangkitkan hasrat untuk bebas, mengejar kesenangan, kenikmatan, kebahagiaan
yang kadang malah terkesan berhura- hura dan berlebihan, Hedonic ! Dan
akhirnya, semuanya berujung pada kesia-sian dan kekosongan. “
JUDUL : “Sri Boyong”
Koreografi : Sri
Mulyani
Penari :
1. Wina Resky Agustina
2. Sestri Indah Pebriani
3. Rani Iswinedar
4. Hariyanto
5. Eri Yofan
6. Gusti Irfansyah
Sinopsis :
“Inilah yang dapat dibaca setiap
saat. Semoga Gusti Yang Maha Agung Penguasa jagat raya, memberi keteguhan hati
untuk melaksanakan kebenaran. Melindungi kita dari penyakit dan marabahaya,
menjauhkan kita dari gangguan jin dan setan, bahkan tenung, dan orang-orang
yang buruk hatinya. Semoga api yang membakar menjadi air yang menyejukkan dan
tanaman kami mendapat berkah yang melimpah.
JUDUL : “Angkara”
Koreografi : Rani Nuraeni
Penari :
1. Rani Nuraen
2. Sofian Yang
3. Hendro Yulianto
Sinopsis :
“
Selemah-lemahnya perasaan wanita, jika kehormatan dan harga dirinya tidak lagi
dihormati, tentu akan mendatangkan kemurkaan.
JUDUL : “ROUSOKU”
Koreografer : Rianto
Penari : Rianto & Rani Iswinedar
Sinopsis :
“Dalam
kesindirianku, aku teringat mimpi yang pernah aku alami. Mimpi itu tentang
diriku sendiri. Tentang gambaran perjalanan hidupku, Semua membuat diriku takut
untuk menghadapi kematian. Mimpi itu membawa diriku pada sebuah perenungan
kesadaran serta spirit hidup. Aku ingin hidup seperti lilin yang menyala dengan
harapan diri, hati dan jiwa yang iklas….. di dunia…..”
JUDUL : “HUJAN”
Koreografer : Frank AN Rorimpandey
Penari :
1. Asep Hendrajat
2. Andri Palesmana
3. Haryanto
4. Frank AN Rorimpandey
Sinopsis :
“Kata
orang hujan itu berkah, Kata orang hujan itu resah, Kata orang hujan itu
bencana. Hujan itu selalu ada. Hujan buat kita waspada.
Eksibisi
JUDUL : “Phchoum Ben”
Koreografi : Davy Yon
Penari :
1. Davy Yon
2. Rianto
3. Riana Sitha
Sinopsis :
“Saat
kaki mengusung tubuh berjalan diatas garis lintas antara kenyataan dan iman.
Aku temukan tubuhku tak punya dua mata dan dua telinga. Seluruh mataku temukan
bahwa tubuh pelangi tak hanya tujuh warna. Seluruh telinga menangkap nyanyian
asap dupa yang disenandungkan oleh asap-asap dupa.