HAMPIR sebulan kita berpuasa (bagi yang berpuasa) dan memang tidaklah terasa 
sangat waktu yang berlalu itu dan sekarang sehari dua lagi akan hadir hari yang 
mulia.

Nah, sewaktu-waktu kita berpuasa/apakah kita pernah terfikir bagaimana fakir 
miskin, anak yatim dan orang susah yang hampir-hampir makanan tak punya?

Bagaimana kalau mereka itu adalah ibu, ayah, kakak atau saudara kita terdekat? 
sanggupkah kita membiar, sedang kita makan enak kfc, daging sup kari atau 
kambing bakar dan segala macam?

Saat-saat kita mahu berhari raya, gedung pakaian sesak penuh oleh ribuan yang 
mahu membeli belah buat anak-anak atau diri sendiri/tak terfikirkankah kita 
bagaimana keadaannya anak-anak tanpa ibu dan ayah yang diletakkan di rumah 
anak-anak yatim di tambunan misalnya atau di mana-manapun. Pernahkah?

Puasa sebenarnya melatih kita untuk menjadi baik? menjadi manusia yang timbang 
rasa sesama, tetapi ramai pula antara kita bukan menjadi baik, malah kian hebat 
perangainya dan tidak berubah langsung/timbang rasa dan kasihan langsung tidak 
ada. perangai setan menjadi jadi pula dengan sikap kasar mahu makan orang.

orang lain dilihat sebagai haiwan. pandu mobil macam dikejar malaikat maut. 
jalanraya semacam mereka punya. orang tua yang tak berupaya langsung tidak 
dipedulikan. inilah sikap kita dan sikap langsung tidak layak tinggal di bumi 
ciptaan Allah ini.

Rasanya tak rugi kalau kita hidup penuh dengan kasih sayang sesama. Penuh cinta 
dan saling bantu membantu sesama, tidak kira apapun bangsa dan agamanya. bukan 
saja kepada manusia, tetapi juga kepada binatang baik dia kuncing, arab 
sekalipun anjing. 

Jangan lupa kerana kasih sayang pelacur terhadap anjinglah/makanya Tuhan 
letakkan sang pelacur itu di syurga
 ISMAILY BUNGSU
UMS-SABAH
[email protected]
[email protected]
[email protected]
019-8400005/016-8222262
014-5555175 


sila layari
http://groups.yahoo.com/group/Watan_Sabah




Tulisan DINSMAN di Majallah PENTAS


..........Di Sabah, pembacaan puisi oleh Ismaily Bungsu dilakukan secara 
berteater/hal ini juga dilakukan oleh Prof Rahman Shari(UKM),cuma Teater Puisi 
Rahman tidak banyak memperlihatkan kemajuan ke arah yang 
dimatlamatkanya.Ismaily penuh penghayatan sehingga mencapai tahap sebuah 
persembahan teater yang menyebabkan Prof Anuar Arai(UiTM) dan Tokoh Seniman 
Negara Syed Alwi menyatakan kekagumannya bila melihat Ismaily beraksi di pentas 
Universiti Utara Malaysia sempena Pertemuan Teater........... 


      
_______________________________________________________________________________
Get your preferred Email name!
Now you can @ymail.com and @rocketmail.com
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/my/

Kirim email ke