DUA hari yang lewat baru saja sampai di kota kinabalu dan tadi pagi bergegas semula ke desa lantaran sepupu meninggal yang barusa saja/masa raya bicara begitu akrap dan tiba-tiba harus kembali menghadapi Dia. Itulah takdir namanya yang memang sudah ditentukan oleh yang maha berkuasa.
Apa saja yang bisa diingat selain baiknya dia terhadap kawan2, anak2, isteri tercinta yang juga sepupu saya. tak sanggup melihat menatap wajah isteri dia yang sejak kecil terlalu manja dengan saya kerana selalu saja berada di rumah kala kecil menemani ibu saya. Entah apa lagi yang mahu diperkatakan selain yang terdaya saya cuma bisa berdoa agar arwah Yusuf Kirah ditempatkan di syurga.
Nah, barangkali perlu kita bertanya kepada diri apa jadinya nanti kalau kita yang segera dipanggil yang maha berkuasa? apa saja kebaikan yang kita buat selama ini? sudah cukupkah bakal di akhirat nanti? apakah kita tidak pernah mengumpat fitnah teman-teman atau suka menimbulkan masalah dengan kawan?
Atau apakah kita ini tidak menipu, tidak rasuah, tika makan harta anak yatim atau suka menyusahkan orang? barangkali kita perlu melihat diri jauh ke dalam tentang apa saja yang kita lakukan selama ini. kalau memangnya itu baik/maka teruskanlah dan kalau sebaliknya terserahlah.
Apa sudahnya kalau kita berbuat jahat? dan apa sudahnya kalau kita berbuat baik sesama? nah, patutnya kita teliti semula hidup kita termasuk saya sendiri.
Apapun kematian demi kematian teman-teman terdekat kita sudah pasti sedikit sebanyak memberikan kita kesedaran.
selamat raya buat teman-teman yang sudah lama tidak ketemu setelah hampir 3 tahun saya mendiamkan diri setelah terjun ke dunia politik parti keadilan yang saya gauli.
Mesti tidak berjaya kala bertanding di kerusi parlimen lewat pilihanraya lalu di Sabah/saya akan terus bergerak demi kebaikan semua dan menentang kezaliman yang terus dilakukan.
salam
ISMAILY BUNGSU
UMS-SABAH
[email protected]
[email protected]
[email protected]
019-8400005/016-8222262
014-5555175
sila layari
http://groups.yahoo.com/group/Watan_Sabah
Tulisan DINSMAN di Majallah PENTAS
......Di Sabah, pembacaan puisi oleh Ismaily Bungsu dilakukan secara berteater/hal ini juga dilakukan oleh Prof Rahman Shari(UM),cuma Teater Puisi Rahman tidak banyak memperlihatkan kemajuan ke arah yang dimatlamatkanya.Ismaily penuh penghayatan sehingga mencapai tahap sebuah persembahan teater yang menyebabkan Prof Anuar Arai(UiTM) dan Tokoh Seniman Negara Syed Alwi menyatakan kekagumannya bila melihat Ismaily beraksi di pentas Universiti Utara Malaysia sempena Pertemuan Teater............