Tentunya kamu tahu batukku
malah kenal benar degup jantungku
ini tanganku pernah menjabat tanganmu
aku yakin kamu kenal aku
aku sama seperti
tidak ada beda
dan kali ini aku tampil lagi di sini
berbicara dengan kamu saudara-saudaraku
iya, kamu tentunya tahu
lebam mata anwar
seluruh malaysia ikut lebam
dan dunia jadi terdiam
tapi hidung besar bersilat kata
konon anwar hantukkan kepala dan matanya
(demikian bodohnya seorang PM yang sudah kebinggungan/berkata dia sendiri tak mengerti/masih ada penulis, bijak pandai dan ramai lagi ikut sama menganggukkan kepala konon hanya hidung besar layak jadi PM dan Anwar
tak layak kerana penderhaka. Anih dunia ini/yang benar terpenjara/yang salah bebas malah dihormat dicium tangannya oleh pengampu yang tak tahu malu)
Memang pedih perit anwar dan azizah menanggung tuduhan
lagi pedih dituduh meliwat dubur orang tua
tilam dibawa ke mahkamah
rakyat hanya diam memerhati
sejarah hitam di mahkamah malaysia
Apa sudah jadi negara kita ini?
pemimpinnya korup rumahnya istana
rakyat menderita makan pasir
mereka makan emas
inilah aku
aku tahu kamu kenal batukku
kamu kenal suaraku
dulu kita sama-sama di sini
sama mandi di telaga di desaku
sama hilir ke kuala
sama merasa luka di dalam
kita tidak perlu lagi melihat dengan mata hati
kita perlu ke jalan raya
kita bangkit dengan semangat
ini negara kita
tempat lahir dan mati kita
Jangan biar para menteri merampok harta rakyat jelata
jangan biar menteri merancang strategi membunuh rakyat
(altantoya bakal hidup semula)
jangan biar menteri membina istana atas penderitaan rakyat jelata
Jangan biar menteri terus menjadi raja
jangan biar
ayuh, mari bersamaku
(sekadar catatan belum selesai...)
ISMAILY BUNGSU
UMS-SABAH
[email protected][email protected][email protected]019-8400005/016-8222262
014-5555175
sila layari
http://groups.yahoo.com/group/Watan_Sabah
Tulisan DINSMAN di Majallah PENTAS
......Di Sabah, pembacaan puisi oleh Ismaily Bungsu dilakukan secara berteater/hal ini juga dilakukan oleh Prof Rahman Shari(UM),cuma Teater Puisi Rahman tidak banyak memperlihatkan kemajuan ke arah yang dimatlamatkanya.Ismaily penuh penghayatan sehingga mencapai tahap sebuah persembahan teater yang menyebabkan Prof Anuar Arai(UiTM) dan Tokoh Seniman Negara Syed Alwi menyatakan kekagumannya bila melihat Ismaily beraksi di pentas Universiti Utara Malaysia sempena Pertemuan Teater...........