Teman-teman,

Hasil pengamatan yang menarik dari Semarang, terima kasih untuk Kang  
Mas Baskoro dan kopasus-nya .
Dugaan lama bahwa raptor tidak "berbaris" dalam satu kolom jalur  
migrasi tampaknya terbukti di sini.
Pemetaan titik-titik perjumpaan yang ditumpang tindih dengan peta  
kontur kelihatannya bisa memberikan gambaran, tempat-tempat mana saja  
pada migrasi berikutnya yang layak untuk dijadikan tempat pengamatan.
Masalahnya sekarang, tempat-tempat potensial tersebut ada banyak,  
sementara jumlah orang yang ada tidak mencukupi. Saya kira upaya  
untuk mempromosikan kegiatan seperti ini agar menarik untuk diikuti  
banyak orang menjadi penting.
Ada yang punya ide untuk "kegiatan peracunan" ??

Rudy

On Friday ,30 Mar 2007, at 7:35 PM, Karyadi Baskoro wrote:

> Salam
>
> Rekan-rekan semua, kami melaporkan hasil pemantauan
> raptor migran untuk wilayah Semarang.
>
> Lokasi utama pemantauan ada di Wanawisata Penggaron,
> Ungaran. Waktu pemantauan selama 20 hari pengamatan,
> dari tanggal 4 - 30 Mar 2007.
>
> Jumlah minimal raptor migran yang tercatat yaitu:
> Sikep-madu Asia : 746+
> Elang-alap Cina : 10.282+
> Elang-alap Nipon: 30+
> Total : 11.058+ individu
>
> Dibandingkan tahun lalu, terjadi peningkatan
> signifikan pada jumlah total dan Elang-alap Cina.
> Untuk Elang-alap Nipon dan Sikep-madu, jumlahnya
> menurun. Sebenarnya kalau data bulan februari dan
> april nanti digabung, kemungkinan jumlah kedua jenis
> ini juga akan bertambah.
>
> Sesuai dengan rencana kami tahun lalu, kami juga
> memantau jalur lintasan sebelah timur. Beberapa rekan
> mendeteksi di beberapa spot secara serempak pada
> tanggal 24 Mar 2007. Hasil tersebut kami plot dalam
> peta, yang selengkapnya dapat dilihat pada attachment.
>
> Hasilnya sesuai dengan dugaan kami dahulu, bahwa
> migran melintasi jalur Timur-laut Jawa Tengah.
> Jalur Demak-Muria, masih terdeteksi di Sayung, seperti
> tahun 2006.
>
> Dua spot baru ada di Kab. Grobogan.
> 1. Waduk Nglangon, Kec. Kradenan, sebelah selatan
> Stasiun Kradenan (jalur kereta JKT-SBY). Posisinya
> pada lereng utara Peg. Kendeng.
> Dalam 30 menit melintas 140 Sikep-madu dari Timur ke
> Barat.
>
> 2. Tawangharjo, antara Purwodadi dan Wirosari. Sore
> hari tercatat beberapa belas Elang-alap melintas jalan
> raya Purwodadi-Blora, dari arah Peg. Kapur Utara
> menuju Peg. Kendeng.
>
> Kalau dibuat proyeksi jalur dari Penggaron, sesuai
> dengan pola kedatangan yang teramati. Terdapat dua
> jalur besar.
> 1. Jalur Kedungjati-Gundih, berupa Peg. Kendeng.
> 2. Jalur Kawengen-Demak, berupa Peg. Kapur Utara.
>
> Apabila proyeksi diteruskan ke arah Timur, kami
> menduga ada beberapa jalur dari timur.
> 1. Jalur Peg. Kendeng <= Ngawi <= Nganjuk
> 2. Jalur Peg. Kapur Utara <= Cepu <= Bojonegoro
>
> Kemungkinan keduanya bergabung di sekitar Waduk Pacal,
> perbatasan Bojonegoro-Nganjuk. Dimana ini juga
> pertemuan Pg. Kapur Utara dan Peg. Kendeng. Bila
> diteruskan melintas Jombang, terus ke TN Bromo Tengger
> Semeru.
>
> Sehingga dugaan kami, jalur dari ujung timur yang
> melintas TN BTS, mayoritas lewat utara, yang ke
> selatan sedikit. Namun ini masih perlu dibuktikan.
>
> Sementara pemantauan di Penggaron akan kami akhiri.
> Sisa waktu di bulan April, akan kami gunakan untuk
> memantau jalur lintasan lain lebih banyak, terutama
> kawasan Timur-laut.
>
> Data dan artikel sedang kami susun. Tinggal menunggu
> media penerbitan yang bersedia menampung.
>
> Baskoro
> KOPASUS Semarang
>

Kirim email ke