Teman-teman,
Informasi menegani burung air migran di Sumut. Selamat untuk rekan Gigi.
Yus
Rabu, 04 April 2007. KOMPAS
Konservasi
Habitat Burung Migran Terancam
Medan, Kompas - Hutan mangrove di pesisir Pantai Timur Sumatera Utara
yang menjadi habitat burung migran saat ini semakin berkurang akibat
alih fungsi lahan. Padahal, kawasan hutan mangrove di pesisir Pantai
Timur Sumut itu merupakan daerah penting bagi persinggahan burung
migran.
Luas penyebaran hutan mangrove di Sumut mencapai 83.550 hektar, 60
persen di antaranya rusak. Kerusakan terparah, menurut data Badan
Pengendalian Dampak Lingkungan Hidup Daerah (Bapedalda) Sumut,
membentang dari Langkat, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Asahan, hingga
Labuhan Batu yang selama ini menjadi habitat burung migran.
Di Langkat, misalnya, terdapat 35.300 hektar hutan mangrove, 25.300
hektar di antaranya rusak. Di Deli Serdang dan Serdang Bedagai,
kerusakan mencapai 12.400 hektar dari total luas 20.000 hektar.
Menurut peneliti burung migran dari Yayasan Akasia Indonesia, Giyanto,
kerusakan hutan mangrove akibat alih fungsi merupakan ancaman serius
bagi burung migran yang biasa singgah di pesisir Pantai Timur Sumut.
"Konversi hutan mangrove sangat berpengaruh terhadap ketersediaan
makanan serta perubahan fungsi ekosistem," kata Giyanto di Medan, Selasa
(3/4). Alih fungsi itu menghilangkan makanan untuk burung migran.
Ketidaktahuan pemerintah daerah akan wilayahnya yang menjadi
persinggahan burung migran, kata Giyanto, merupakan salah satu penyebab
habitat alami burung migran dibiarkan berubah menjadi tambak dan
perkebunan. Selain di Pantai Cemara (Jambi) dan Semenanjung Banyuasin
(Sumatera Selatan), wilayah persinggahan burung migran di Pulau Sumatera
juga ada di pesisir Pantai Timur Sumut.
"Birdlife International tahun 2001 menetapkan pesisir Pantai Timur Sumut
sebagai daerah penting bagi burung," kata Giyanto.
Dia menuturkan, pengamatan satu hari pada bulan September lalu
memperlihatkan minimal 8.000 burung migran ditemukan. Bulan September
adalah saat burung migran dari Siberia dan China mencari bekal makanan
untuk melanjutkan perjalanan hingga ke Australia. Pada bulan Maret,
wilayah pesisir Pantai Timur Sumut menjadi persinggahan burung migran
yang akan kembali ke Siberia dan China untuk berkembang biak. (bil)