Tidak seperti motret seorang model yang bisa diatur posenya, motret burung
di alam lebih sulit karena kita tidak bisa mengendalikan object di posisi yg
diinginkan, di focal length yg dapat dijangkau, atau di cahaya yang cukup.

Suatu saat saya melakukan kebiasaan saya saat tiba di lokasi pengamatan
yaitu bengong! ya, saya suka melamun. Saya bayangkan burung-burung itu
hinggap 5 meter di depan saya, dengan bulunya yang elok berpose bak model
ternama, membulatkan matanya lebar-lebar, mengangkat satu sayap, berdiri
dengan satu kakinya yg jenjang.. BYARR.. tiba-tiba tersadar dari lamunan
ketika sekelebat burung coklat melintas di depan saya, sambil merunduk pelan
saya picingkan mata ke semak belukar di depan sana, berusaha mendefinisikan
sosok coklat yg baru saja hinggap disitu. Seperti derkuku? ah bukan, blekok?
bukan deh, kuntul? ya bukan laah, kan warnanya coklat!
Burung itu memanjangkan lehernya, menoleh ke kiri-kanan, oalaahh.. itu kan
Bambangan kuning! pelan-pelan saya keluarkan kamera, mengatur komposisi di
view finder. Tapi ternyata object berada didalam semak, ya sudah saya amati
saja burung itu. Cukup lama burung itu didalam semak dan seketika dia
meloncat ke ranting yang lebih tinggi, jari telunjuk yang sudah menunggu
langsung menekan tombol shutter, cekrek.. dapet deh 1 frame cantik.

Berikut adalah kebiasaan saya saat motret manuk, bukan peraturan baku jadi
silahkan dilanggar :D
1. Cari tempat dan waktu dimana burung sering hinggap atau mencari makan,
tapi ingat untuk sebisa mungkin tidak mengganggu burung tersebut.
2. Langkah selanjutnya menunggu (boleh sambil melamun seperti saya), kamera
sudah siap untuk shoot.
3. Ketika object sudah ada, mulai komposisi sambil mengatur cahaya. Jika
burung terlalu jauh dari jangkauan lensa kamera, boleh dekati object dengan
hati-hati.
4. Komposisi diusahakan menyertakan seluruh bagian tubuh burung.
5. Include the habitat, dengan menyertakan habitatnya foto dapat lebih
bercerita tentang lingkungan tempat burung itu tinggal.
6. Rekam aktifitasnya, saat burung terbang, saat mematuk belut, saat berdiri
dengan satu kaki, saat membuat sarang, saat bermesraan dengan pasangannya
dan sebagainya.
7. Get the eyes right, atur titik focus pada mata, pantulan cahaya dari mata
binatang yang membuat foto lebih cantik.
8. Kalau dapat potretnya digital, selanjutnya bisa diolah dikomputer. Crop
foto dengan komposisi yg apik, atur warna dan kontras. Jangan takut dengan
noise/grainy di foto karena noise menambah detail, jika foto dihilangkan
noisenya akan jadi soft dan menghilangkan detail gambar!

Terus bagaimana kalau sudah menunggu lama di spot pengamatan tapi burungnya
sepi? ya melamun saja, gratis kok! karena ada faktor lain yang juga
berpengaruh, yaitu keberuntungan...


Rivo

Kirim email ke