Horeee....

Ada kegiatan baru lagi...cihuii....SBI-Info jadi tambah rame lagi nih... Ayo 
temen-temen...yang punya kamera, bisa mulai foto-foto nih...mumpung Mas rivo 
udah ngasih tips untuk kita... Jangan lupa kalo udah foto2 langsung sharing ke 
milist, kali aja salah satu guru kita ini mau bagi saran dan kritik, biar 
tambah keren hasil jepretannya, bukan begitu Mas Rivo??


Nonie

Rivo yubara <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                               wah 
attachementnya ketinggalan


On 9/20/07, Rivo yubara <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Tidak seperti motret seorang 
model yang bisa diatur posenya, motret burung di alam lebih sulit karena kita 
tidak bisa mengendalikan object di posisi yg diinginkan, di focal length yg 
dapat dijangkau, atau di cahaya yang cukup. 

Suatu saat saya melakukan kebiasaan saya saat tiba di lokasi pengamatan yaitu 
bengong! ya, saya suka melamun. Saya bayangkan burung-burung itu hinggap 5 
meter di depan saya, dengan bulunya yang elok berpose bak model ternama, 
membulatkan matanya lebar-lebar, mengangkat satu sayap, berdiri dengan satu 
kakinya yg jenjang.. BYARR.. tiba-tiba tersadar dari lamunan ketika sekelebat 
burung coklat melintas di depan saya, sambil merunduk pelan saya picingkan mata 
ke semak belukar di depan sana, berusaha mendefinisikan sosok coklat yg baru 
saja hinggap disitu. Seperti derkuku? ah bukan, blekok? bukan deh, kuntul? ya 
bukan laah, kan warnanya coklat! 
Burung itu memanjangkan lehernya, menoleh ke kiri-kanan, oalaahh.. itu kan 
Bambangan kuning! pelan-pelan saya keluarkan kamera, mengatur komposisi di view 
finder. Tapi ternyata object berada didalam semak, ya sudah saya amati saja 
burung itu. Cukup lama burung itu didalam semak dan seketika dia meloncat ke 
ranting yang lebih tinggi, jari telunjuk yang sudah menunggu langsung menekan 
tombol shutter, cekrek.. dapet deh 1 frame cantik. 

Berikut adalah kebiasaan saya saat motret manuk, bukan peraturan baku jadi 
silahkan dilanggar :D
1. Cari tempat dan waktu dimana burung sering hinggap atau mencari makan, tapi 
ingat untuk sebisa mungkin tidak mengganggu burung tersebut. 
2. Langkah selanjutnya menunggu (boleh sambil melamun seperti saya), kamera 
sudah siap untuk shoot.
3. Ketika object sudah ada, mulai komposisi sambil mengatur cahaya. Jika burung 
terlalu jauh dari jangkauan lensa kamera, boleh dekati object dengan hati-hati. 
4. Komposisi diusahakan menyertakan seluruh bagian tubuh burung.
5. Include the habitat, dengan menyertakan habitatnya foto dapat lebih 
bercerita tentang lingkungan tempat burung itu tinggal.
6. Rekam aktifitasnya, saat burung terbang, saat mematuk belut, saat berdiri 
dengan satu kaki, saat membuat sarang, saat bermesraan dengan pasangannya dan 
sebagainya. 
7. Get the eyes right, atur titik focus pada mata, pantulan cahaya dari mata 
binatang yang membuat foto lebih cantik.
8. Kalau dapat potretnya digital, selanjutnya bisa diolah dikomputer. Crop foto 
dengan komposisi yg apik, atur warna dan kontras. Jangan takut dengan 
noise/grainy di foto karena noise menambah detail, jika foto dihilangkan 
noisenya akan jadi soft dan menghilangkan detail gambar! 

Terus bagaimana kalau sudah menunggu lama di spot pengamatan tapi burungnya 
sepi? ya melamun saja, gratis kok! karena ada faktor lain yang juga 
berpengaruh, yaitu keberuntungan...


Rivo 


 

 
     
                               

       
---------------------------------
Shape Yahoo! in your own image.  Join our Network Research Panel today!

Kirim email ke