nah...kalo yang ini aku dulu dah denger desas desusnya, tapi gak nyangka kalo
emg bener2 kejadian...
nah nah sekarang dah ketahuan bgmana?? ayo urun rembug. Mungkin ada yg lebih
tahu dan paham soal ini...maaf mb irma, sama2 amatir nih...
o'o...kamu ketahuan
hehehe
e!
Irma Dana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Selamat Pagi teman-teman,
Saya mau bebagi cerita, sabtu 22 Sept 2007 saya datang untuk ikut mantengi
tripod di Kebun Raya Bogor. Kira-kira jam 4 sore saya sampai di sana. Begitu
masuk ke KRB menuju danau gunting, tempat Noni dan Mas Londo melakukan
pengamatan (saya lihat dari jauh), tiba-tiba ada bapak-bapak sedang nenteng
burung (kayanya mati).
Terus, saya cepat-cepat berjalan ke arah Noni dan Mas Londo, ternyata tepat
di seberang kami pengamatan, dari kejauahan ada sekitar 3 orang sedang memegang
senapan mimis (suka dipake buat nembak burung?) aku penasaran, lantas mengintip
dari monokulernya M Londo.
Ternyata memang mereka sedang menembaki Kowak Malam yang ada di KRB, terlihat
beberapa ekor sudah berhasil mereka tembak. Akhirnya, bersama Wati saya
memutuskan untuk melihat lebih dekat lagi kegiatan bapak-bapak tadi, kok bisa
sih nembak burung di KRB?
" kita nanti di tembak gak ya Mba," celetuk Wati...he...he...
Sesampainya di lokasi tempat para penembak, kami coba bertanya apa yang
sedang mereka lakukan. Setelah sedikit berbasa- basi, kami pun bertanya kenapa
kok nembakin burung kowak?
Dengan mimik pura-pura tidak tahu, para penembak itu masih mencoba bercanda
dan bertanya kami dari lembaga mana? setelah dijelaskan bahwa kami sering
pengamatan burung di KRB, mereka meminta kami untuk bertanya lebih jelas kepada
anggota BRIMOB yang saat itu menjadi komandan para penembak yang katanya
ditugaskan oleh pihak KRB.
Sambil mengobrol, kami sempat melihat karung-karung yang berisi kowak malam
yang sudah berhasil ditembaki. Beberapa lama kemudian, datang Adi dkk bergabung
mengobrol dengan bapak-bapa yang memegang senjata tadi.
Alasan dari penembakan itu adalah, menurut BRIMOB yang katanya daru tahun 87
diminta membantu keamanan di KRB, adalah untuk mengurangi populasi kowak yang
sudah mengganggu kebersihan KRB. Banyak pengunjung yang mengeluh dengan kotoran
kowak, tanaman langka di tengah dananu gunting juga roboh karena kotoran kowak.
Kalau pengunjung yang merasa terganggu dengan kotoran kowak aja bisa
diperhatikan, kita sebagai pencinta burung di alam (sama-sama beli tiket bo,
kata wati) apakah bisa diperhatikan juga sama pihak KRB? bingung deh! masa
pihak KRB tidak bisa berkonsultasi atau bertanya pada ahli burung bagaimana
caranya memindahakan kowak malam ke area yang memang tidak mengganggu
pengunjung yang piknik....
Ternyata, mereka juga sering melakukan penembakan burung dengan alasan
mengurangi jumlahnya di KRB itu. kegiatan itu dilakukan sore hari. Apes! hari
itu mereka ketemu dengan temen-temen dari SBI-Info....
Buat bapak BRIMOB, maaf ya pak, kamis udah mengganggu kerja bapak...(alasan
diperintah oleh pihak KRB) dia yang namanya tak boleh
disebut.....he...he....ada usul dari Wati, gimana kalau kita ngasih pendidikan
tentang burung ke pihak BRIMOB,.....ok all....
itu dulu sharingnya....kalau ada yang kurang...mongg mas Dayat, Mas Londo,
Noni, Wati, Hadi, dan Adi cs menambahkan....ini cuma dari sisi saya sebagai
amatiran ...tolong ditambahakan.
Mungkin bisa menambahkan untuk pihak LIPI...(ada ALex dan mas
Dayat)...ha...ha...fotonya di share gak?
Salam
irma
Irma Dana
http://dawala.wordpress.com [lagi belajar nulis]
http://www.friendster.com/dawala
---------------------------------
Looking for a deal? Find great prices on flights and hotels with Yahoo!
FareChase.