Kami dari Kantor Informasi, kebudayaan dan pariwisata Ketapang  bersama Kawan 
Burung Ketapang (KBK) ingin turut ambil bagian AWC 2008.Formulir sudah kami 
donload . Rencananya akan  diikuti 30 orang dari kelompok  Kbk,  Wartawan,  
Siswa, Guru, Pegawai Inbudpar, pecinta lingkungan dll.  Kegiatan dimulai dengan 
training pada tanggal (12/1) hari sabtu di kantor Inbudpar jl. Jendral 
Sudirman, oleh bapak Hudi .DW. cs. Pada hari  minggu (13/1) mulai sensus di 
kawasan obyek wisata pendidikan lingkungan bird watching di pantai Air mati, 
kemudian di pantai  celincing dan pantai sui jawi. Selanjutnya KBK akan 
melanjutkan di obyek wisata Pulau sempadi kec. Matan Hilir Utara. Selain  AWC 
2008  sekaligus juga mempromosikan obyek wisata di kab. Ketapang (kalbar). Bagi 
yang ikut serta dapat mendaftarkan diri di kantor Inbudpar jl. Jendarl Sudirman 
Ketapang

FHS <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                               Bapak & Ibu 
Moderator,
 Mohon izin tuk sampaikan undangan & informasi seputar AWC 2008.
 
 Dear All,
 Kami mengundang rekan-rekan pengamat burung penetap maupun pengembara, 
 untuk turut serta mengamati dan menghitung burung-air dalam kerangka AWC 
 2008. Formulir & informasi terlampir.
 
 Salam,
 
 Ferry Hasudungan
 Koordinator Nasional Asian Waterbird Census
 
 Biodiversity Conservation Officer
 Wetlands International Indonesia Programme
 
 Jl. Ahmad Yani No 53, BOGOR 16161
 Tel: +62 251 312 189 Fax. 62 251 325755
 e-mail: [EMAIL PROTECTED]
 YM/SKYPE ID: ferryhas
 
 ====================================
 
 Asian Waterbird Census (selanjutnya disingkat AWC) merupakan suatu 
 kegiatan tahunan yang bersifat sukarela, dilakukan setiap minggu ke-2 
 dan 3 di bulan Januari setiap tahunnya. AWC merupakan kegiatan 
 pemantauan burung air yang dikoordinasi oleh Wetlands International, 
 menjadi suatu perangkat bagi upaya konservasi bagi burung-air serta 
 lahan basah sebagai habitatnya. Kegiatan ini berjalan bersama-sama 
 dengan sensus internasional yang meliputi wilayah Afrika, Eropa, dan 
 Amerika, dibawah payung International Waterbird Census (IWC). Untuk 
 kegiatan di Indonesia, sensus dikoordinasikan oleh Wetlands 
 International – Indonesia Programme bekerjasama dengan Ditjen PHKA – 
 Dephut.
 
 Mengantisipasi merebaknya wabah flu burung (/Avian influenza/) sementara 
 adanya kemungkinan-kemungkinan yang belum terjawab akan keterkaitan 
 burung-liar (dalam hal ini burung air) dengan wabah tersebut, kegiatan 
 ini juga menjadi salah satu upaya dalam mengumpulkan informasi dasar 
 bagi kebutuhan penanganan wabah /Avian influenza/.
 
 *_Tujuan _*
 
 r mengumpulkan informasi tahunan mengenai populasi burung air di lahan 
 basah, sebagai dasar evaluasi lokasi-lokasi penting dan untuk pemantauan 
 populasi,
 
 r memantau secara tahunan status dan kondisi lahan basah yang disensus,
 
 r menumbuhkan dan mendukung minat masyarakat terhadap burung air dan 
 lahan basah serta upaya pelestariannya.
 
 r mengumpulkan informasi dasar berkaitan dengan sebaran wabah flu burung.
 
 *_Waktu _*
 
 Secara global sensus dilaksanakan satu kali setahun dan dilakukan secara 
 serentak di seluruh Asia - Pasifik, pada *minggu kedua sampai ketiga 
 *bulan* Januari (kegiatan di Indonesia dimulai tgl 7 hingga 28 Januari). *
 
 *Peserta *
 
 Sensus terbuka bagi *siapa saja* yang mau secara sukarela melakukan 
 pengamatan burung air, termasuk ahli burung, pengamat amatir, pencinta 
 alam, guru, LSM, pegawai negeri atau masyarakat lainnya. Setiap negara 
 peserta dikoordinir oleh seorang koordinator nasional/regional, yang 
 bertanggung jawab untuk mengirimkan formulir, mengumpulkan formulir, 
 menghubungi pengirim data dan melakukan klarifikasi, serta membuat 
 laporan nasional, yang kemudian akan dikirimkan ke koordinator 
 Internasional.
 
 Seluruh informasi yang terkumpul kemudian disimpan dalam pangkalan data 
 dan kemudian dibuat laporan tahunan Internasional, yang meliputi status 
 dan distribusi semua jenis burung air di Asia Pasifik, peta serta 
 identifikasi lokasi-lokasi lahan basah yang penting. Laporan akan 
 dikirimkan kepada seluruh peserta yang menyumbangkan datanya, 
 masing-masing satu laporan untuk setiap lokasi.
 
 *_LOKASI SENSUS_*
 
 Sensus dapat dilakukan dimana saja, selama di lokasi tersebut ditemukan 
 burung air, baik dalam jumlah yang banyak dan berkelompok, maupun dalam 
 jumlah yang kecil, bahkan hanya satu individu sekalipun. Burung air 
 biasanya dapat ditemukan di lokasi lahan basah, seperti sawah, sungai, 
 danau, situ, rawa, daerah pesisir, hutan bakau, dan dataran lumpur. 
 Selama ini, data yang masuk sebagian besar berasal dari Pulau Jawa dan 
 Pulau Sumatera. Selain dari kedua Pulau tersebut, data dari wilayah 
 lainnya sangat diharapkan sekali.
 
 *_Jenis-jenis sasaran dan cara pelaporan_*
 
 Burung air yang diamati selama sensus berlangsung meliputi semua jenis 
 pecuk, pelikan, cangak, kuntul, pelatuk besi, paruh sendok, bebek, 
 angsa, burung pantai migran, camar dan burung pemangsa yang berasosiasi 
 dengan lahan basah. Jenis-jenis burung air yang ditemui di lapangan 
 dicatat dan dihitung jumlahnya (untuk jenis dalam jumlah banyak, bisa 
 dihitung sampai puluhan terdekat). Jenis dan jumlah tersebut kemudian 
 dicatat dalam *formulir* yang telah tersedia. Jangan lupa untuk 
 mencantumkan informasi mengenai lokasi, peta, data pengirim serta 
 informasi lain yang diminta formulir.
 
 Setiap lokasi pengamatan/formulir dapat diisi oleh satu orang pengamat 
 atau dalam kelompok.
 
 Setiap formulir hanya digunakan untuk satu lokasi. Sedapat mungkin nama 
 lokasi menggunakan nama administratif yang biasa digunakan, atau jika 
 telah mendapatkan status tertentu (misalnya Taman Wisata, Taman 
 Nasional, Cagar Alam, Kebun Raya) maka nama tersebut hendaknya digunakan.
 
 _ _
 
 *_HASIL SENSUS_*
 
 Sejak dimulai pada tahun 1987, AWC telah menjangkau lebih dari 5.700 
 lokasi di 24 negara, dengan keterlibatan ribuan pengamat sukarela dari 
 ke-24 negara tersebut, termasuk INDONESIA.
 
 *_ _*
 
 *_PENERAPAN_*
 
 Data yang terangkum dalam AWC telah ditampilkan dalam berbagai laporan 
 dan telah berkontribusi bagi aktivitas konservasi mulai tingkatan lokal 
 hingga global, dengan mendukung:
 
 r Program-program konservasi dan penelitian spesies dan kawasan serta 
 kampanye untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya lahan 
 basah,
 
 r pembangunan rencana aksi dan strategi nasional bagi konservasi lahan 
 basah dan burung-air,
 
 r Konvensi RAMSAR dalam mengidentifikasi lahan basah yang penting secara 
 internasional melalui pemantauan burung-air yang teratur,
 
 r Konvensi Spesies bermigrasi (Convention of Migratory Species – CMS) 
 melalui pemantauan status burung-air bermigrasi serta habitatnya,
 
 r Implementasi dari Asia-Pacific Migratory Waterbird Conservation 
 Strategy: 2001-2005,
 
 r Program Important Bird Area (IBA) dari BirdLife International,
 
 r Program IUCN/BirdLife’s Globally Threatened Bird Update,
 
 r Program Estimasi Populasi Burung-air (Waterbird Population Estimates) 
 dari Wetlands International.
 
 Mari bergabung!
 
 Kami mengundang partisipasi bapak/ibu/Sdr., untuk turut serta dalam 
 kegiatan sensus ini. Mari kita melakukan pengamatan di lokasi/lahan 
 basah terdekat, isi formulir dan kemudian kirimkan formulir tersebut 
 kepada Koordinator Nasional.
 
 Apabila ada saran dan pertanyaan atau memerlukan informasi lebih lanjut, 
 jangan segan-segan untuk menghubungi:
 
 Ferry Hasudungan
 
 Koordinator Nasional AWC di Indonesia
 
 Wetlands International - Indonesia Programme
 
 Jl. A. Yani 53 – Bogor 16161
 PO. Box 254/BOO - Bogor 16002
 
 Tel. : 0251-312189; Fax : 0251-325755
 
 E-mail : [EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
 
 Website: http://www.wetlands.or.id <http://www.wetlands.or.id/>
 
 
     
                               

       
---------------------------------
 Yahoo! Answers - Get better answers from someone who knows. Tryit now.

Kirim email ke