Wah, selamat ya. akhirnya terbut juga. saya baru lihat bukunya.
Sampul depannya sempet bikin saya kerut-kerut dahi.
Itu kaki burungnya kok 3-1, bukannya 2-2 to?
Rudy
On Tuesday ,18 Mar 2008, at 12:15 PM, Wishnu Sukmantoro wrote:
Daftar Burung Indonesia No. 2
Halaman
157 halaman
Penulis
Wishnu Sukmantoro, Mohammad Irham, Wilson Novarino, Ferry
Hasudungan, Neville Kemp, Muchamad Muchtar
Penerbit
PILI Publising
Harga Buku
Rp 65.000 (harga satu paket buku plus CD)
Siaran Pers Launching Buku
IdOU (Indonesian Ornithologists’ Union), LIPI, Pusat Informasi
Lingkungan Indonesia (PILI) dan Oriental Bird Club (OBC)
bekerjasama mewujudkan sebuah buku yang paling bersejarah bagi
perkembangan ornitologi di Indonesia yaitu Daftar Burung Indonesia
no. 2 (DBI no. 2). Buku tersebut merupakan kelanjutan dari Buku DBI
no. 1 yang diterbitkan tahun 1992. Dalam prosesnya, buku yang mulai
digarap sejak tahun 2005 ini mendapatkan kontribusi dari para ahli
perburungan di Indonesia, Malaysia, Jepang, Australia, Belanda,
Inggris dan Amerika.
Buku setebal 160 halaman tersebut telah memasukkan dan
mengklasifikasikan 1598 spesies burung di Indonesia. Yang menarik
dari DBI no. 2 ini adalah, bahwa selama kurun waktu 1992-2007 telah
terjadi penambahan 71 spesies baru dan mengeluarkan 6 spesies yang
secara taksonomi terbaru dan kondisi penyebaran secara geografis
dinyatakan tidak masuk di wilayah Indonesia. Buku tersebut juga
mengungkapkan terjadinya pengurangan 12 spesies burung endemik di
Indonesia. Adapun salah satu penyebab pengurangan tersebut adalah
berubahnya status beberapa spesies endemik akibat pemisahan Timor
Leste dariIndonesia.
Buku DBI no. 2 menggunakan landasan taksonomi dari buku daftar
burung Peters’ sequence. Buku Peters’ sequence pertama kali
diterbitkan pada tahun 1936 oleh Peters yang kemudian diperbaharui
dan diikuti oleh banyak ahli taksonomi di seluruh dunia. Buku
Peters’ sequence lebih mengedepankan klasifikasi berdasarkan
morfologi dan geografis dalam membedakan spesies satu dengan yang
lain. Dalam perkembangan lebih lanjut sejak ditemukannya DNA,
beberapa ahli taksonomi memasukkan unsur-unsur analisa DNA menjadi
faktor pendukung dalam melakukan klasifikasi bersama-sama dengan
kajian morfologinya. Di seluruh dunia selain Peters’ sequence, juga
terdapat Sibley Monroe sequence, Clements Sequence dan Howard &
Moore sequence sebagai rujukan taksonomi.
Informasi lebih lanjut silahkan menghubungi:
PILI-NGO Movement
Jl. Tumenggung Wiradireja No. 216 Cimahpar, Bogor, Jawa Barat
Telp. 0251-657002
Fax. 0251-657171
Email: [EMAIL PROTECTED]
Website. www.pili.or.id