----- Forwarded Message ----
From: "Adnun Salampessy, S.Hut" <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Sunday, May 4, 2008 10:44:39 AM
Subject: [HARIMAU JAMBI] Statistik Multivariate…multipusing tapi multiguna
Kebiasaan yang sering terjadi kalau lagi survey adalah terlalu rajin mengukur
berbagai parameter atau terlalu malas dan cuma mengukur satu parameter aja.
Hayo…ngaku aja Apa urusannya sih mengukur satu atau banyak parameter? Well,
“nature is complicated”, begitu kata McGarigal et al. (2000) di bukunya tentang
multivariate. Kebayang kan, ada banyak hal di alam ini yang mungkin saling
berhubungan satu sama lain, atau mungkin juga tidak. Bayangin nih… kita mau
tahu apakah kupu-kupu yang kita survey dipengaruhi oleh tingkat gangguan pada
habitat. Sementara parameter gangguan yang diukur hanya banyaknya jumlah pohon
yang ditebang. Begitu diuji dan tidak ada hubungannya, bagaimana kita mau bikin
argumen sedangkan kita tidak menguji hal-hal lain yang mungkin lebih besar
pengaruhnya daripada pohon tadi?
Nah, di situ pentingnya mengukur banyak parameter alias variable. Dan di
situlah statistika multivariate bermain… Iya, judulnya aja udah pake multi.
Artinya statistika yang melibatkan lebih dari satu variable. Tujuannya adalah
melihat pola hubungan antara variable tersebut.
Statistika multivariate ini di bidang wildlife ecology awalnya digunakan pada
data-data vegetasi. Dari mulai menghitung jumlah pohon, jumlah sapling, ukur
diameter pohon, ngeliatin seberapa besar bukaan tajuk. Banyak kan? Beberapa uji
dalam multivariate ini dapat sangat membantu menggambarkan pola vegetasi yang
terjadi di suatu daerah dengan misalnya mengelompokkan variable-variable yang
mirip. Jika survey kita ternyata juga mengukur keberadaan satwa di daerah yang
kita datangi, maka kita juga dapat menggunakan uji multivariate ini misalnya
untuk tahu apakah kelimpahan burung dipengaruhi oleh struktur vegetasi. Dan
kalau memang dipengaruhi, variable vegetasi mana yang paling berperan?
Apaan aja sih uji multivariate ini? Banyaklah… Beberapa uji yang sangat
berkaitan dengan wildlife ecology, misalnya:
1. Regression. Biasanya melibatkan satu variable bergantung (dependent
variable) dan beberapa variable bebas (independent variable). Tujuannya bisa
diartikan seperti ini, bagaimana perubahan pada independent variable tadi
mempengaruhi berubahnya dependent variable. Regresi juga ada macam2. Salah
satunya adalah multiple regression (regresi berganda) dan binary logistic
regression. Kalau binary logistic regression biasanya dipakai jika dependent
variablenya bersifat kategori dan sifatnya biner (hanya ada 2 nilai, ya atau
tidak, hidup atau mati, presence atau absence). Sementara independent
variablenya dapat berupa kategori atau nilai yang continuous.
2. Ordination. Berguna kalau kita ingin melihat bagaimana
variable-variable dikelompokkan. Contohnya yang tadi itu, penggambaran pola
vegetasi misalnya. Ordinasi juga bisa dilakukan dengan berbagai teknik seperti
principal component analysis (PCA) atau factor analysis, multidimensional
scaling (MDS) dan hasilnya digambarkan dalam bentuk scatter plot. Ada juga
ordinasi tingkat lanjut yang melibatkan 2 set variables yang berbeda, misalnya
1 set variable vegetasi yang banyak tadi dan 1 set variable lain seperti
kelimpahan jenis burung. Tekniknya bisa pakai canonical correlation (CCA) atau
detrended canonical correlation (DCA).
3. Classification. Uji yang ini berurusan klasifikasi atau membagi
suatu data menjadi beberapa subset yang mempunyai karakter yang sama. Tekniknya
dengan cluster analysis dan discriminant function analysis (DFA). DFA ini
biasanya dipakai kalau kita ingin melihat bagaimana pengelompokan dataset kita
dan seberapa besar kebenaran klasifikasi kita. Contohnya nih, kalau kita
misalnya mengklasifikasi habitat di suatu daerah menjadi beberapa tipe habitat,
sementara ada banyak factor yang mungkin mempengaruhi seperti spesies-spesies
satwa yang ada. Lalu, seberapa besar kehadiran satwa tersebut dapat memberikan
karakter pada habitatnya?Masih pusing? Bikin pusing? Ya pasti…. Tapi coba
diendapkan dulu di hati. Kalau perlu pejamkan mata, menenangkan diri, dan
bertanya lagi pada diri sendiri, apa objectives yang harus dijawab (iya,
tujuannya itu) dan variable apa yang dimiliki. Banyak-banyak browsing di
internet. Salah satunya adalah bukunya Stockburger (1996).
Jangan bertanya pada rumput yang bergoyang…….. Gak bakal dijawab soalnya
Sumber atas kebaikan mbak nurul di :
noonathome.wordpress.com dan wildlifewisdom.wordpress.com
--
Posting oleh Adnun Salampessy, S.Hut ke HARIMAU JAMBI pada 5/04/2008
10:20:00 AM
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and
know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ