Walaupun kami peneliti harimau dan large mammals namun tuk spesies penting diluar kelas mamalia biasanya kami catat dgn catatan datanya menggunakan catatan data temuan keberadaan landscape species menarik kami; tgl/time/sp./observasi/sure?/jml/GPS/umur/wp/veg./habitat/foto?/dll btw, bang yok lg posisi dimana skrg ? oh ya plscome to blog ku juga y bang : www.harimaujambi.co.cc Best n success for you my teacher ^_^ A.S. Adnun Salampessy, S.Hut Coordinator Survey ZSL INDONESIA HP : 081366941731 http://harimaujambi.blogspot.com/
c/o WCS Indonesia Program Jl. Burangrang No. 18, Bogor 16151 Tel: +62 251 342135 / 306029 Fax: +62 251-357347 Kantor Jambi : Jl. A. Chatib 21, Lorong Citra RT12, Jambi, 36124 PO. Box 2002, Jambi, 36001 Tel/Fax +62 741 668003 / 741 7075071 www.zsl.org ----- Original Message ---- From: Yoki H <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Tuesday, May 20, 2008 8:21:12 PM Subject: Re: [SBI-InFo] Resiko Birdwatcher Husss!!!...cukup pengamat rangkong ajah ah...serem amat pake embel-embel 'expert' :P. Adnun perjumpaanya di catat gak termasuk referensi titik GPS nya? ============ Adnun say: maaf, ini bang yok yok hadiprakorso bukan yah?pencinta dan ahli hornbill :-) ?? kalau benar katanya lg kuliah ya?? sekedar info di tiap lokasi penelitian kami (unprotected n protected area) di habitat dari pinggir pantai, rawa gambut, dataran rendah s.d hutan pegunungan di Prov. Jambi dan Sumsel sering kali kami merekam keberadaan jenis rangkong loh ^_^ ============ = 2008/5/20 Kang Bas <[EMAIL PROTECTED] com>: > Salam > > Bang Yoki, pas kemarin itu tim saya tidak berjumpa > Julang. Biasanya sih perjumpaannya antara 2-6 per > spot. Menurut catatan dan informasi, paling sedikit > sekitar 14 ekor Julang Emas di kawasan G. Ungaran. > > Kebetulan, untuk tim 2 memang sedang studi habitat > Julang Emas di beberapa spot G. Ungaran. Terutama > untuk mencari petak-petak dengan vegetasi yang > berpotensi untuk lokasi sarang. > > Wah, kalau benar Bang Yoki expert Hornbill, boleh dong > kita tanya-tanya :) > Seperti di bilang di atas, hanya pengamat Rangkong sahaja kok :D. Kalau boleh tahu, studi ini dalam rangka apa yah? Saran saya seh kalau mau melihat potensi habitat rangkong, coba dapatkan informasi kerapatan pohon berdiamater diatas >55 cm dan kerapatan pohon buah, terutama pohon ara. Ada 14 ekor? mmmmhhh? bagaiamana neh bisa tahu jumlahnya segitu? karena Julang Emas merupakan rangkong yang paling nomaden dengan jelajah yang tinggi, perkiraan saya seh jumlahnya akan selalu berfluktuasi, terkecuali tidak ada petak hutan lagi dalam radius 50 km atau lebih. BTW, petak hutan terdekat dari G. Unggaran ini berapa jauh ya? Salam Yoki http://blog. hadiprakarsa. com > Bang Adnun, kami sih biasa menerapkan SOP nya Pecinta > alam. Terutama untuk aktivitas jelajah medannya. Cuma > kemarin itu benar2 tersamar warna tanahnya. Kalau > tidak dekat nyaris tidak kelihatan kalau jalannya > longsor. Apes saja, ketahuan pas kaki udah melayang.. > > KB > > --- adnun reno <[EMAIL PROTECTED] com> wrote: > >> dear bang Yoki H dan kang bas, >> maaf, ini bang yok yok hadiprakorso bukan >> yah?pencinta dan ahli hornbill :-) ?? kalau benar >> katanya lg kuliah ya?? >> sekedar info di tiap lokasi penelitian kami >> (unprotected n protected area) di habitat dari >> pinggir pantai, rawa gambut, dataran rendah s.d >> hutan pegunungan di Prov. Jambi dan Sumsel sering >> kali kami merekam keberadaan jenis rangkong loh ^_^ >> >> n tuk kang bas, waduh mungkin krn keasikan bird >> watching ya jd kurang konsentrasi ke keselamatan >> (safety) si peneliti. Keselamatan peneliti sangat >> penting artinya dan kalau kami biasanya penelitian >> (survey-detection non detection ) harimau dan >> apalagi kalau menangkap harimau dan mamalia besar >> lainnya (2003-2006) kami memilkiki SOP loh kang bas >> (walaupun sederhana yah lumayan lah), kalau Bird >> watching di alam liar dan ekosistem buatan manusia >> (perkotaan dll) apakah memiliki SOP juga kang bas ? >> >> Best >> Reno > > -- ----- Y. Hadiprakarsa (Yoki)
