ikut rembugan nih.....
jadi terusik juga rasa nasionalisme bukan karena kalah
uber dan thomas tapi karena indonesia masuk negara
kedua keterancaman burung....
jadi tergelitik untuk tahu apa yang menjadi dasar
penentuan status oleh IUCN...kalo mau ngubah status
butuh riset berapa lama dan apa saja data yang mesti
ada.....
ambil contoh misal Gelatik Jawa yang statusnya masih
vulnerable dan persebaran terbatas.....kalo dari
pengalaman kita para birdwatcher dan riset yang ada
tentan pertemuan, populasi, nest count dan sucsess
breeding di wild....apakah burung ini masih dibilang
persebaran terbatas.
Cerek Jawa, Tesia, dan beberapa yang masuk dalam jenis
endemik ternyata juga masih kurang data mungkin karena
tidak selebritis itu tadi kali ya mbak....jadinya
jenis-jenis yang sesungguhnya memiliki keterancaman
tinggi ini gak tersentuh riset.......
ini mungkin bisa jadi bahan diskusi kita
nih...kebetulan hari ini beberapa kawan di Jogja yang
ssedang melakukan riset burung di beberapa kampus
Atma, UNY, UGM ada media saling tukar proses
penelitian baik metode, hasil lapangan dan kasus
lainnya setiap sebulan sekali...rencananya sih baru
mau di mulai bulan ini di Atma, untuk reviewernya baru
Pak Pram....
nah asyik kalo mungkin ada temen2 dari semarang, bogor
dan sekitarnya yang bisa berbagi pengalaman....
kita coba melangkah sedikit lebih maju untuk
birdwatching sekaligus riset...biar hasilnya juga bisa
ditindaklanjuti .....
Salam
naring  


      

Kirim email ke