Terimakasih bu Dewi, 
tentunya masih butuh dukungan dari kawan-kawan semua

Salam,
Jarot

----- Pesan Asli ----
Dari: Dewi Prawiradilaga <[EMAIL PROTECTED]>
Kepada: [email protected]
Cc: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
Terkirim: Rabu, 4 Juni, 2008 12:22:49
Topik: [mabur_yo] Re: [SBI-InFo] pemburu cilik gunung kidul


Semoga mas Jarot bisa melakukan pembimbingan dan pembinaan di lapangan pada 
adik-adik kita. Agar tidak mencontoh tayangan-tayangan di televisi yang sering 
tidak memberi pendidikan lingkungan.
Semoga alam kita lestari demi untuk kebaikan kita bersama.
Dewi



2008/6/4 Dwi Jatmiko <[EMAIL PROTECTED] co.id>:

Sebut saja mereka Yadi (5 SD), Fendi (6 SD) dan Agus (4 SD). Pagi itu hari 
Minggu tanggal 25 Mei 2008, setibanya di lokasi pemantauan populasi Gelatik 
Jawa (Padda oryzivora), tiga orang anak sudah mendahuluiku. Mereka tengah asik 
memasang jaring kabut di bibit "Jothak" (sebutan lokal untuk lubang gua 
vertikal di perbukitan kars Gunung Kidul). 
 
Jothak tersebut merupakan lokasi yang strategis digunakan sebagai lokasi sarang 
Gelatik Jawa di habitat alami. Struktur tebing batuan kars membentuk stalaktit 
dengan celah-celah di sisi lain. Celah-celah tersebut yang digunanakan untuk 
bersarang Gelatik Jawa. Letak sarang menjadi semakin tersembunyi dengan formasi 
stalaktit di depannya. Dengan diameter +/- 15 meter dan kedalaman lebih dari 50 
meter, tempat tersebut juga manjadi lokasi bersarang Walet sarang-putih 
(Collocalia fuciphaga).
 
Dari tiga orang anak tersebut terungkap bahwa apa yang mereka kerjakan bermula 
dari keisengan semata. Layaknya tanyangan "Si Bolang", mereka hanyalah bermain. 
Burung yang "kadang" mereka dapat biasanya mereka pelihara atau dijual jika ada 
pembeli. Uang yang mereka peroleh dibagi tiga untuk tambahan uang saku. Sekali 
berburu belum tentu dapat burung tetapi tentu dapat senang. Selain jaring 
mereka juga berburu dengan ketapel, alasanya sama dengan kita. Mereka hanya 
"gemas" melihat perilaku ataupun bentuk rupa burung yang menarik. Sayangnya 
mereka belum mengenal binokular ataupun monokular.
 
Jika mereka dibiarkan tumbuh dewasa mengenal sisi komersil dari seekor burung, 
bukan lagi bermain yang menjadi motivasi mereka. Pemburu profesional mungkin 
semakin dekat dengan profesi mereka ke depannya.
 
Salam lestari,
 
Jarot
________________________________
Cari tahu ramalan bintang kamu - Yahoo! Indonesia Search. 
 


      Yahoo! Toolbar kini dilengkapi dengan Search Assist. Download sekarang 
juga.
http://id.toolbar.yahoo.com/

Kirim email ke