Bung Ady, Ini mirip ciung yg gw liat di jalur turun dari puncak Gede ke arah Cibodas, di tepi sumber airpanas. Cuma kok paruhnya kuning ya, kalo gak salah yg gw liat di Gede itu paruhnya item getoo, lupa2 inget seeh, secara gak sempat motret. (yg beberapa waktu lalu jadi perdebatan di milis ini, termasuk anis gunung ataukah ciung, tapi kemungkinan besar ciung atau myphonus). Dan yg gw liat di Gede, warna birunya lebih "mewah", lebih radiant berpendar biru-ungu indah, apa karena ciung dari datarang yg lebih tinggi ya?? Soal reseach station Cikaniki, waktu gw ke sana dua kali, gw ketemu burung ini di halaman reseach stetion, yg dulu gw pikir itu jenis jalak, secara gw buta soal burung he he..
--- On Fri, 6/13/08, Ady Kristanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: Ady Kristanto <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [SBI-InFo] Ciung batu siul To: [email protected] Date: Friday, June 13, 2008, 3:03 AM Salam lestari rekan-rekan Setelah beberapa lama tidak ke Gunung Halimun, akhirnya kemarin saya bisa mengunjungi tempat ini lagi. cihuy .... Nah di stasiun riset Cikaniki saya menjumpai beberapa hal yang menarik. hal ini akan saya infokan secara bertahap. hmmmmm Dimulai dari perjumpaan saya dengan Ciung batu siul (Myiophoneus caeruleus) Blue Whistling Thrush. ni jenis yang jinak banget ... mencari makan berupa serangga di sekitar stasiun riset. ampe 4 meter saya bisa deket dengan dia, lebih dekat lagi dia kabur dengan suara khasnya "Ciuuuuuuung" Dari informasi dari jagawana, burung ini sedang mengerami 2 buah telur (foto di attachkan), seminggu setelah anakan sebelumnya meninggalkan sarang. gileee subur amat ni burung sedangkan sarangnya sendiri sudah dipakai dari beberapa tahun yang lalu. Sarangnya terletak di sungai Cikaniki dekat stasiun riset, namun terletak di sebuah tebing dan berair deras. airnya juga dalem jadi sulit dicapai kecuali mau nekat he he he Ok deh itu sekilas info tentang Ciung batu siul, jenis-jenis lain menyusul he he he Ady Kristanto
