Kabar baik mas Wawan, semoga anda pun dalam keadaan sehat.
Terimakasih untuk email dan informasinya.
Jawaban singkat saja ya:
Kemungkinan pasangan elang jawa yang diamati sedang mengerami telur,
sekarang ini masih masuk puncaknya masa berbiak. Walau sudah bertelur dan
sedang mengeraminya, pasangan ElJa masih suka kopulasi walaupun sebetulnya
sudah tidak perlu. Mungkin perilaku kopulasi tsb bukan untuk membuahi telur
tetapi secara psikologis mungkin untuk memperkuat ikatan antar pasangan
(pair bonding). Semoga bisa terus dipantau perkembangannya, hati2 saja kalau
pengamatan. Ya hati2 untuk keselamatan pengamat dan ketentraman ElJa.
Alat transmitter dan satellite tracking yan diluar belinya. Saya harus cari
nama dan alamatnya dulu. Sabar ya.........
Foto perling nya *Aplonis minor* ya?
Salam,
Dewi Prawiradilaga

2008/6/26 Bird Watcher <[EMAIL PROTECTED]>:

>   Bu dewi dan rekan-rekan apakabar..
>
> Ada sedikit yang ingin saya tanyakan perihal perilaku breeding Elang Jawa.
> Kronologisnya, ini berawal pada tanggal 4 juni 2008 saya takjup dengan
> temuan aktifitas bersarang sepasang Elang Jawa di lereng selatan Gunung
> Merapi. Sarang tersebut berada pada sebuah lembah sebelah barat punggungan
> yang menjadi jalur jalan setapak tempat saya mengintipnya dengan jarak
> pandang sekitar 50 meter. Pohon sarang berada diantara dua punggungan di
> sebuah pohon yang dari identifikasi pak badiman (warga Kinahrejo di lereng
> merapi) adalah pohon sejenis ficus yang berinduk pada pohon dadap. Saat itu
> tampak sarang yang sedang dibenahi oleh si jantan sedangkan si betina
> mengawasinya di pinggir sarang dan belum tampak adanya telur. Lalu terjadi
> kopulasi selama 6 detik. Pengamatan berikutnya tanggal 5 dan 8 masih belum
> ada telur, si betina lebih banyak bertengger di pinggir sebelah kanan
> sarang.
>
> Lalu pada tanggal 22 juni 2008 saya cek (berdua dengan Imam T), tampak
> induk betina sangat inten di sarang dalam posisi 'seperti mengeram'. si
> jantan bertengger di pohon samping sarang lalu terbang berputar mendekati
> kami, seperti menyelidiki keberadaan kami, namun dia lalu pergi dan
> menghilang jauh ke barat. Saya amati si betina disana terus dengan posisi
> yang sama, sesekali pindah posisi dengan sangat hati-hati. Kami masih belum
> bisa melihat adanya telur, tapi saya curiga sudah ada telur melihat
> intensitas si betina dalam posisi mengeram. kami mengamati 4 jam lebih si
> betina menanti si jantan dalam posisi tersebut yang tak kunjung datang,
> akhirnya kami memutuskan untuk meninggalkannya. Kami sadar harus hati-hati
> sekali mengamatinya, takut gak jadi, temuan sarang elja ini adalah temuan
> pertama kami setelah selama 7 tahun tidak ada catatan di lereng selatan
> Merapi.
>
> Yang ingin saya tanyakan apakah perilaku betina tersebut cukup kuat untuk
> membuat kesimpulan bahwa dia sudah dalam masa Inkubasi ?
>
> Terus mau cari info tentang biaya untuk alat dan operasional transmitter
> dan satelit tracking, dimana bisa dibeli, atau kontak personnya?
>
> Trus mohon bantuan juga untuk identifikasi perlingnya?
>
> Mohon jawaban secepatnya, terima kasih
>
> Hormat saya,
>
> Bernadus setyawan (Wawan) Kutilang
>
>  
>

Kirim email ke