Salam

Terimakasih atas komentar Bang Iqbal. Iya nih Bang, saya juga masih harus 
belajar terus :)
Iya Bang, beberapa buku / penulis tidak memisahkan antara C. Jawa dan C. Tilil. 
Dulu saya juga pernah bertanya, siapa dan jurnal apa yang pertama mengusulkan / 
menyatakan split. Hanya ingin tau saja, apakah berdasar morfologi, geografi, 
atau genetik. Sayang sampai saat ini belum mendapatkan info tersebut.

KB

--- On Thu, 7/17/08, muhammad iqbal muhammad iqbal <[EMAIL PROTECTED]> 

Kang Bas,
Rasanya saya masih punya hutang dan mohon maaf kalau baru
bisa balas sekarang. Cereknya memang
membingungkan…!?!?!?. Gara2 email ini saya baru tahu kalau di Hayman et al.
(Shorebird of the world) dan di Sonobe & Usui (Waterbird of Asia) Cerek
Jawa Charadrius javanicus tidak ada, dan baru tahu bahwa di HBW kalau Cerek
Jawa kadang2 dimasukkan dalam ras Cerek tilil (Charadrius
alexandrinus).    

Kang Bas,
sebetulnya saya kurang familiar mengidentifikasi Cerek, dan mungkin kalau
dibandingkan Pak Yus, Bang Ferry dan Mas Iwan saya jadi minder. Tapi kalau lihat
pola kepala, sepertinya memang Cerek tilil, tapi kalau lihat kalung hitamnya
yang tidak putus mungkin juga Cerek Melayu..???. Kalau Cerek Melayu, bisa jadi
memang berbiak disana, tapi kalau memang Cerek tilil, saya kira asumsi yang 
disebutkan
Kang Bas boleh jadi masing-masing ada benarnya. Mengenai yang tertinggal
(oversummernya) rasanya saya pernah baca kalau Silvius pernah mengamati hal
serupa untuk Grey atau Golden Plover di Jambi/Sumsel, tetapi pola warna seperti 
ini minoritas jika dibandingkan dengan burung dengan bulu muda atau 
non-breeding. 



      

Kirim email ke