kalo raptor di lepad di Monas...pasti di uber2 sama pemburung burung deh Mas Hasto:) di hutan aja abis di buru, apalagi di tengah kota ya....he...he...ini jawaban dari orang awam juga lho! Ayo teman-teman pencinta raptor...dijawab ya...
peace, irma 2008/7/23 Hasto P Irawan <[EMAIL PROTECTED]>: > Mas2, Mbak2, dan Adik2 para aktivis n ahli perburungan di milis ini > (kayaknya gw doang ya orang awam yg nyelonong jadi member milis ini?), gw mo > nanya, mungkin gak sih melakukan reintroduksi (semacam pelepasliaran) > spesies burung raptor yg telah punah di suatu daerah (dengan melepas burung > yg berasal dari tempat lain) supaya populasi spesies itu kembali recoverdi > tempat tersebut?? > > Selama ini gw udah liat berbagai daftar spesies2 burung yg hidup di monas, > senayan, atau di kota bandung, tak pernah ada satu pun spesies raptor di > dalamnya. Bahkan di pedesaan pun raptor adalah pemandangan yg sangat langka > di indonesia, terutama raptor resident, bukan migrant. > > gw pikir para raptor itu tak dijumpai lagi di jakarta semata2 bukan karena > daya dukung habitatnya tak lagi memadai untuk survival raptor, tapi terutama > lagi karena campur tangan manusia (ditangkap untuk diperdagangkan, ditembak > dll) yg menyebabkan kepunahannya. > > Jadi, menurut gw, populasi mereka sebenarnya bisa pulih seandainya ada > uluran tangan/bantuan manusia. Misalnya dengan mereintroduksi spesies raptor > yg dulunya ada tapi sekarang telah punah di tempat itu, dgn mendatangkan > dari tempat lain kemudian dilepas di situ. > > Untuk di kota jakarta, terutama bisa dicoba untuk raptor2 kecil. Kalo > raptor besar sih kemungkinan habitatnya memang tak mampu lagi mendukung > kelangsungan hidupnya, karena ketiadaan mangsa berupa burung2 yg berukuran > besar yg tinggal di kota. > > (Aneh juga soal ini, padahal di tempat2 lain, raptor besar semacam Falco > peregrinus masih banyak bertahan hidup di kota2 besar, misal di kota2 > Eropa sana. Juga di pedesaan Inggris, menurut video Return of the Eagle > Owl keluaran BBC, di situ dikatakan rata-rata ada sepasang common buzzard tiap > jarak 800 meter di sana. berarti densitas raptor di sana cukup tinggi) > > Memang gw awam dan belom pernah melakukan studi kelayakan apakah habitat > semacam jakarta masih memungkinkah untuk hidupnya raptor kecil. Tapi saya > memperkirakan, raptor2 kecil semacam alap2 capung (Microhierax > fringilarius) pasti bisa bertahan hidup di jakarta, seandainya saja ia > dihadirkan kembali. Sebab, mangsa yg merupakan makanan alap2 capung masih > cukup banyak dan ada dimana2 dari kawasan permukiman sampai taman2 kota, > misalnya burung gereja (Passer montanus) dan berbagai jenis bulbul > (kutilang, cerukcuk dll) yg juga masih cukup banyak. > > Coba bayangin, andai saja si alap2 capung berhasil direintroduksi di > kawasan Monas or Senayan, maka sembari duduk2 di taman kita bisa menyaksikan > atraksi yg menarik: alap2 capung mengejar2 atau berburu burung gereja dan > bulbul. Asyik, kan? Selama ini gw cuma bisa ngeliat foto raptor mini yg imut > tapi kekar itu memangsa burung2 kecil sembari perching di kabel listrik. > tapi itu kayaknya di thailand atau malaysia. Gw yakin di jakarta habitatnya > juga masih mampu mendukung survival si elang kerdil ini. > > Hasto P. Irawan > > > > > > > -- Irma Dana http://dawala.wordpress.com [lagi belajar nulis] http://www.friendster.com/dawala
