Gw jadi koordinatornya?? he he he bisa aja neh bung chandra darusman becandanya (bung, kok namanya kayak penyanyi jadul ya). Gw ini gak bisa apa2 kok, gw cuman bisa omong doang, hiks! Boro2 jadi koordinator. Gw justru pengin belajar dari anda2 yg aktivis LSM lingkungan atau organisasi satwa liar, walo cuma lewat milis, bukan praktek, tentang gimana caranya konservasi burung he he.. Anyway, thanks atas tanggapan yg apresiatif dan mencerahkan dari temen2 di milis soal topik yg gw sampein. Ternyata memang begitu banyak yaa yg musti disurvei dulu sebelum dilakukan pelepasliaran suatu spesies. Tadinya gw pikir yg penting asal ada mangsa yg bisa jadi pakan, berarti spesies itu bisa dilepasliarkan. Sama kayak bung ady, gw juga geregetan abis kenapa di Jakarta yg dibangun dari hari ke hari adalah mall, mall, dan mall lagi. padahal kalo udah jadi, kosong atau sepi pengunjung karena udah kebanyakan, gak sebanding dgn daya beli. Mestinya yg diperbanyak adalah taman2 kota dan RTH. Coba kalo di jakarta ada minimal sepuluh lagi RTH kayak monas or senayan, atau 100 lagi RTH kayak taman menteng yg keren itu, bisa lebih banyak burung yg hidup, di samping kehidupan sosial di jakarta bisa lebih sehat. Anak2 bukan cuma jalan2 di mall (hoeeekss!! asli gw bosen banget liat mall), tapi bisa belajar tentang satwa dan flora atau berolahraga di RTH-RTH. Buat Mbak Dwi, thanks buat pencerahannya soal populasi raptor, memang saya kurang jalan2 kaleeee jadi gak pernah liat raptor, walo selama saya puluhan tahun hidup di desa saya juga jarang liat raptor he he.. setidaknya tidak sesering "tiap jarak 800 meter rata2 terdapat sepasang buzzard" spt di pedesaan inggris sono--itu baru buzzard saja, belum raptor jenis lain (yg tentu saja gw blom pernah ke sono, mana mampu gw, paling2 cuma baca dari literatur). Saya ngeliat elang juga cuma pernah dulu waktu masih anak SD, itu pun juga jarang. Di sini gw yakin di tempat2 tertentu cukup banyak raptor, tapi pasti tak sebanyak di inggris itu. kalo sebanyak di inggris itu, pasti begitu mudah kita menjumpainya, tinggal jalan bentar ke pedesaan pasti segera ngeliat dia terbang. padahal kenyataanya gak demikian. memang inggris yg negara maju dan kaya tak bisa dibandingkan dengan indonesia yg "negara berkembang" (ini istilah halus atau eufemistis untuk "negara miskin"). apalagi di bidang konservasi burung. dengan kekayaan yg dimilikinya, inggris tentu mampu membelanjakan jutaan dolar cuma untuk biaya konservasi burung. kalo di indonesia, uang sebanyak itu sayang klo cuma buat konservasi burung, mending buat manusia karena sebagian besar manusianya juga masih butuh "dikonservasi" dari kepunahan akibat kemiskinan dan kebodohan he he.. Tapi menurut gw ada yg terlepas dari masalah negara miskin dan kaya. menurut gw (mungkin gw salah), banyaknya peregrine falcon di london (sekedar contoh) dan sedikitnya raptor di jakarta itu sesuatu yg alamiah, lepas dari masalah negara kaya/miskin. kalo dipikir, london dan jakarta sama2 kota besar yg kondisinya juga namanya kota besar pasti mirip2, di mana2 ada gedung, terbang dikit aja si raptor akan kepentok gedung (spt kata bung ady). tapi tetep aja di london sekarang ini banyak falcon, sedangkan di kota jakarta sekarang tidak ada raptor (residen) jenis apa pun (terlepas dari ditembakin). menurut gw, salah satu sebabnya (terlepas dari ditembakin atau tidak) adalah karena memang london masih merupakan habitat yg memungkinkan falcon survive, karena banyaknya makanan (mangsa), misalnya berupa merpati liar yg ribuan jumlahnya di kota2 eropa di sono. juga gagak (ini saya tau dari literatur juga). sedangkan di jakarta dan kota2 tropis lainnya secara alamiah memang tak ada merpati liar. gagak juga cuma ada di kampung, itu juga dikit (jika dibanding di sono lhooo). Juga di pedesaan di sono secara alamiah terdapat banyak kelinci liar, yg tentu saya mangsa yg sangat cocok buat raptor besar (menurut literatur, ada sekitar 30 juta kelinci liar yg hidup di pedesaan sampai kota2 kecil di Inggris). Jadi wajar banget kalo raptor bisa flourish di sono. di sini, kalopun banyak raptor, juga pasti kalah banyak dibanding di sono, lha wong di sini mangsa yg merupakan makanan raptor besar juga terbatas. ya cuma beginilah pendapat gw yg gak didukung data2, cuma berdasar pengamatan kasar doang, maklum awam eeeuuyy:) Hasto P. Irawan
--- On Thu, 7/24/08, chandra darusman <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: chandra darusman <[EMAIL PROTECTED]> Subject: Re: [SBI-InFo] Re: Reintroduksi raptor yg telah punah, mungkinkah?? To: [email protected] Date: Thursday, July 24, 2008, 7:38 AM Iya nih Adi dah kayak politikus ajah, he3x... Memang idenya mas Hasto menarik..Tapi memang tidak semudah itu melepas burung (Ga hanya burung sih...), khususnya jenis raptor.Kita harus tau dulu bagaimana sih Biologinya burung ini, apa makanannya, bagaiman klo dia sedang mau "kawin" dan bersarang? Bagaimana interaksi dia dengan burung yang sudah ada di lokasi pelepasan (resident)?Bagaiman a burung yang dilepaskan ini beradaptasi dengan lingkungan tempatnya di lepaskan dan beberapa hal lain yang tidak bisa disebutin satu-satu. Data-data diatas perlu dilengkapi dulu dan hal tersebut bisa didapatkan memalui proses penelitian.Setelah itu ada baru kita bisa menciptakan sistem pengaturannya, apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Penjelasan adi menarik tuh, tentang jalur terbang Raptor yang hanya melintas di daerah Jakarta Selatan. Mungkin juga asumsinya benar, bahwa di daerah jakarta selatan lebih banyak lokasi yang memungkinkan elang-elang tersebut istirahat. BTW mungkin selain istirahat mereka juga bisa berburu untuk "bahan bakar" melanjutkan migrasinya. Nah...Klo misalnya mau lihat elang di monas mungkin kita bisa mulai dengan "mendorong" dan juga membantu pemerintah mewujudkan RTH yang tuntutannya 30% tadi. Ajak juga temen yang ngerti masalah hukum untuk bergerak di masalah kebijakan dan hukumnya (jadi semuanya terintegrasi) , wah jadi makin rame deh...Jadi beberapa tahun ke depan kita bisa duduk santai di sekitar monas sambil lihat raptors itu "nangkring" untuk istirahat. Jadi Mas Hasto dah siap jadi kordinatornya? saya, Mba Irma, Wati dan Adi siap bantu ngumpulin orang yang Mau deh...Iya kan temans? he3x..... Best regards, Sephy ----- Original Message ---- From: Ady Kristanto <ady_kristanto@ yahoo.com> To: [EMAIL PROTECTED] s.com Sent: Thursday, July 24, 2008 16:00:34 Subject: Re: [SBI-InFo] Re: Reintroduksi raptor yg telah punah, mungkinkah?? Wat, masalah tol sedyatmo itu sudah klasik. gw ada artikel di kompas tahun 1995. dari dulu juga udah banjir. sekarang ini yang diributkan oleh temen-temen yang lain. katanya ditinggikan, kenyataannya di lebarkan. Ketika di tanya Amdalnya mana, dinas PU tidak bisa menjawab. lalu dilemparkan ke Pusat, ketika ditanya di Pusat, katanya di daerah. walah - walah Pusat dan daerah saling lempar tanggung jawab. Jadi bukan masalah gengsi tapi, dari dulu rancangannya sudah bagus. namun dalam pelaksanaannya ada pemangkasan anggaran sehingga ya akan terus banjir. yang lucu ya penggantian kawasan bakau yang digusur, mangrove yang digusur digantinya dengan hutan dataran rendah di Sukabumi pula. lah apakah satwa-satwa yang ada di dalamnya seperti bubut jawa bisa digantikan ? Sori nih jadi agak politik he he he piss --- On Thu, 7/24/08, dwi Mulyawati <[EMAIL PROTECTED] com> wrote: > From: dwi Mulyawati <[EMAIL PROTECTED] com> > Subject: [SBI-InFo] Re: Reintroduksi raptor yg telah punah, mungkinkah?? > To: [EMAIL PROTECTED] s.com > Date: Thursday, July 24, 2008, 4:46 AM > Dy... > > > > Ikut nimbrung ah ... saya juga pengen liat raptor ada > di tengah-tengah > kota Jakarta. seperti tahun 1940 ketika Jakarta masih > dihuni 256 jenis > burung tapi sekarang. > > --> manusia penghuni Jakarta tahun itu blm sampai 20 jt > orang > > > > > Pendapat saya RTH seperti monas atau lainnya di tengah > kota Jakarta. > sangat kecil sekali dan terisolasi dengan taman kota > lainnya. justru > jika melepas raptor disana kita akan menyiksa raptor > tersebut, terbang > sedikit mentok gedung, terbang lagi ketabrak gedung lagi. > burung-burung > raptor sekecil alap-alap capung pun membutuhkan daya > jelajah yang luas. > > > > Selain itu dari tahun 2006 para pemerhati lingkungan > sudah > mengharuskan DKI mempunyai RTH sebesar 30 % dari 9 % RTH > yang sudah ada. > tapi apa kenyataannya? mangrove di tol sedyatmo di gusur, > beberapa RTH > akan digusur dan di bangun mall lagi. gusur aja terus RTH > ... > > > --> Mangrove disugur biar jalan tol ngga banjir. Kan > malu2in masa' > hujan/ngga hujan jalan menuju bandara kebanjiran mulu.. > > > > > Gila, hingga tahun 2009 dari rancangan tata ruang > pemda DKI akan > berdiri 13 mall baru. dan reklamasi teluk Jakarta akan > dimulai juga > tahun 2009. waa angke akan terisolasi nih. ketutupan pulau > buatan di > depan. > > --> kepentingan pembangunan ekonomi (atau pembentukan > manusia > konsumtif?) masih menjadi agenda yaaa.. > > > > > Makanya kita tak hanya bisa punya keinginan, tapi apa > yang bisa kita > perbuat. untuk mendatangkan burung-burung tersebut. sebagai > gambaran > kenapa jalur raptor migran di Jakarta hanya lewat selatan? > hal ini > karena di selatan masih banyak kawasan hijua dan > pohon-pohon yang tinggi > untuk mereka bersembunyi dan beristirahat. berbeda dengan > di kawasan > pusat. percaya deh jika ngelepas raptor di tengah-tengah > kota. pasti > burung tersebut akan lari ke selatan. > > --> wah Dy, oke juga pemantauan jalur migrasi di > Jakarta. Keep on > watching ya, bisa menarik tuh.. > > > > > > Salam > > Ady Kristanto > > > > --- On Thu, 7/24/08, Irma Dana [EMAIL PROTECTED] . wrote: > > > > > From: Irma Dana [EMAIL PROTECTED] . > > > Subject: Re: [SBI-InFo] Re: Reintroduksi raptor > yg telah punah, > mungkinkah?? > > > To: [EMAIL PROTECTED] s.com > > > Date: Thursday, July 24, 2008, 3:59 AM > > > Mungkin jangan samakan Indonesia... dengan > Singapore > > > misalnya. > > > Banyak burung liar juga berseliweran di taman2 > kota di > > > sana...tapi gak ada > > > yang nenteng2 senapan... > > > dan gak pake aparat atau polisi > tuh...aman.. .tentrem > > > burung2 itu hinggap > > > dari satu dahan pohon...ke dahan yang lain... > > > > > > kalo mau lihat burung pemangsa lewat...mungkin > pas raptor > > > migran kali ya mas > > > Hasto > > > bisa mampir ke kawasan Puncak, terutama di tempat > gantole > > > ...bener ya Wat? > > > biasanya temen-temen melakukan pengamatan tiap > tahun tuh... > > > > > > peace, > > > irma > > > > > > > > > > > > 2008/7/24 dwi Mulyawati [EMAIL PROTECTED] .: > > > > > > > Wah, setuju Mba Ir...jangan kan di kota, > di hutan > > > nun jauh dari tempat > > > > tinggal manusia aja raptor (terutama mungkin > yg > > > endemik dan langka) banyak > > > > diburu.. dan mungkin di pasar burung > harganya ngga > > > murah. > > > > > > > > Untuk raptor di kota, FYI. > > > > Sewaktu musim migrasi di Jakarta jenis2 > migran sering > > > terlihat, mungkin > > > > juga mereka roosting di hutan kota UI . > Begitu juga > > > jenis penetap, di > > > > Bandara Soekarno-Hatta (jenis2 alap mungkin > ya..) > > > > > > > > Kalu mau melihat dr sisi > "keamanan" si > > > burung2 raptor di kota (Jakarta), > > > > saya sendiri agak pesimis menyerahkan > tanggungjwb itu > > > pada Brimob/satpol pp, > > > > bahkan TNI sekalipun. tanpa meremehkan peran > mereka, > > > tapi itu bukan tugas > > > > utama mereka... juga mereka ngga bisa > dipaksa untuk > > > "mengamankan" Jakarta > > > > untuk burung2... Sekalipun jika ada > perda-nya, tahu > > > sendiri lah.. > > > > > > > > Tapi siapa bilang di pedesaan (/tmp yg jauh > dari kota) > > > jarang tdpt raptor ? > > > > meminjam istilah Pak Yus, "mungkin > pengamatnya > > > yang jarang..." klo pun iya > > > > ada yg ngamatin, hasil pengamatannya tidak > di-share ke > > > publik... klo pun iya > > > > di-share, mungkin dlm bentuk yg lebih > spesifik, media > > > cetak misalnya, yang > > > > tidak semua orang bisa mengaksesnya. atau > misal bukan > > > di milis, klo pun iya > > > > di milis, tapi bukan di milis ini, mungkin > milis > > > burung pemangsa. Waaaah, > > > > banyak kemungkinannya yaa!! > > > > > > > > Untuk pelepasliaran, mungkin temen2 yg punya > > > pengalaman di bidang ini bisa > > > > memberikan informasi lbh jauh. > > > > > > > > satu lagi, jangan samakan Indonesia dg > negara maju > > > seperti Inggris atau > > > > negara eropa lainnya dlm hal > "perburungan" . > > > > > > > > Salam, > > > > Dwi > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > --- In [EMAIL PROTECTED] s.com, Hasto P > Irawan > > > hpirawan2005@ wrote: > > > > > > > > > > Kalau ada raptor bakal habis dtembakin > pemburu > > > burung di Monas? > > > > > > > > > > Kalo menurut gw mah enggak juga tuh, > karena di > > > Monas selalu dijaga 24 jam > > > > oleh Brimob dan Satpol PP yg secara reguler > juga masuk > > > sampe ke tengah2 > > > > taman, ke rerimbunan2 pohon yang tak > kelihatan. > > > Sehingga jangankan bawa > > > > senapan buat nembak (yg pasti keliatan > gede), bawa > > > plintheng aja pasti > > > > ketahuan. Karena amannya dari gangguan > manusia (meski > > > tiap hari ratusan > > > > orang masuk ke Monas), burung2 di Monas jadi > gak takut > > > pada manusia. Sampai2 > > > > tekukur banyak berjalan2 di tanah dekat > dengan manusia > > > yg duduk2, karena > > > > mereka telah lama belajar bahwa ternyata > manusia di > > > situ tak pernah ada yg > > > > mengejar2 mereka, padahal di tempat lain > tidak. > > > > > > > > > > Di samping memantau gangguan terhadap > satwa, > > > satpol PP dan brimob di > > > > monas juga menjaga agar Monas tidak > dimanfaatkan > > > sebagai tempat mesum > > > > gratisan he hehe.. Karena di hari kerja > (bukan hari > > > libur), Monas lumayan > > > > sepi sehingga memungkinkan pasangan2 yg > duduk di > > > bangku2 tersembunyi di > > > > tengah taman melakukan hal2 yg ehm ehm > horroorrr... > > > tau sendirilah.. ..:) > > > > > > > > > > --- On Wed, 7/23/08, Irma Dana > irma.dana@ > > > wrote: > > > > > > > > > > From: Irma Dana irma.dana@ > > > > > Subject: Re: [SBI-InFo] Reintroduksi > raptor yg > > > telah punah, mungkinkah?? > > > > > To: [EMAIL PROTECTED] s.com > > > > > Date: Wednesday, July 23, 2008, 3:45 AM > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > kalo raptor di lepad di Monas...pasti > di uber2 > > > sama pemburung burung deh > > > > Mas Hasto:) > > > > > di hutan aja abis di buru, apalagi di > tengah kota > > > ya....he...he. ..ini > > > > jawaban dari orang awam juga lho! > > > > > Ayo teman-teman pencinta > raptor...dijawab ya... > > > > > > > > > > peace, > > > > > irma > > > > > > > > > > > > > > > 2008/7/23 Hasto P Irawan > <hpirawan2005@ > > > yahoo.com>: > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > Mas2, Mbak2, dan Adik2 para aktivis n > ahli > > > perburungan di milis ini > > > > (kayaknya gw doang ya orang awam yg > nyelonong jadi > > > member milis ini?), gw mo > > > > nanya, mungkin gak sih melakukan > reintroduksi (semacam > > > pelepasliaran) > > > > spesies burung raptor yg telah punah di > suatu daerah > > > (dengan melepas burung > > > > yg berasal dari tempat lain) supaya populasi > spesies > > > itu kembali recover di > > > > tempat tersebut?? > > > > > > > > > > Selama ini gw udah liat berbagai daftar > spesies2 > > > burung yg hidup di > > > > monas, senayan, atau di kota bandung, tak > pernah ada > > > satu pun spesies raptor > > > > di dalamnya. Bahkan di pedesaan pun raptor > adalah > > > pemandangan yg sangat > > > > langka di indonesia, terutama raptor > resident, bukan > > > migrant. > > > > > > > > > > gw pikir para raptor itu tak dijumpai > lagi di > > > jakarta semata2 bukan > > > > karena daya dukung habitatnya tak lagi > memadai untuk > > > survival raptor, tapi > > > > terutama lagi karena campur tangan manusia > (ditangkap > > > untuk diperdagangkan, > > > > ditembak dll) yg menyebabkan kepunahannya. > > > > > > > > > > Jadi, menurut gw, populasi mereka > sebenarnya bisa > > > pulih seandainya ada > > > > uluran tangan/bantuan manusia. Misalnya > dengan > > > mereintroduksi spesies raptor > > > > yg dulunya ada tapi sekarang telah punah di > tempat > > > itu, dgn mendatangkan > > > > dari tempat lain kemudian dilepas di situ. > > > > > > > > > > Untuk di kota jakarta, terutama bisa > dicoba untuk > > > raptor2 kecil. Kalo > > > > raptor besar sih kemungkinan habitatnya > memang tak > > > mampu lagi mendukung > > > > kelangsungan hidupnya, karena ketiadaan > mangsa berupa > > > burung2 yg berukuran > > > > besar yg tinggal di kota. > > > > > > > > > > (Aneh juga soal ini, padahal di tempat2 > lain, > > > raptor besar semacam Falco > > > > peregrinus masih banyak bertahan hidup di > kota2 besar, > > > misal di kota2 Eropa > > > > sana. Juga di pedesaan Inggris, menurut > video Return > > > of the Eagle Owl > > > > keluaran BBC, di situ dikatakan rata-rata > ada sepasang > > > common buzzard tiap > > > > jarak 800 meter di sana. berarti densitas > raptor di > > > sana cukup tinggi) > > > > > > > > > > Memang gw awam dan belom pernah > melakukan studi > > > kelayakan apakah habitat > > > > semacam jakarta masih memungkinkah untuk > hidupnya > > > raptor kecil. Tapi saya > > > > memperkirakan, raptor2 kecil semacam alap2 > capung > > > (Microhierax fringilarius) > > > > pasti bisa bertahan hidup di jakarta, > seandainya saja > > > ia dihadirkan kembali. > > > > Sebab, mangsa yg merupakan makanan alap2 > capung masih > > > cukup banyak dan ada > > > > dimana2 dari kawasan permukiman sampai > taman2 kota, > > > misalnya burung gereja > > > > (Passer montanus) dan berbagai jenis bulbul > (kutilang, > > > cerukcuk dll) yg juga > > > > masih cukup banyak. > > > > > > > > > > Coba bayangin, andai saja si alap2 > capung > > > berhasil direintroduksi di > > > > kawasan Monas or Senayan, maka sembari > duduk2 di taman > > > kita bisa menyaksikan > > > > atraksi yg menarik: alap2 capung mengejar2 > atau > > > berburu burung gereja dan > > > > bulbul. Asyik, kan? Selama ini gw cuma bisa > ngeliat > > > foto raptor mini yg imut > > > > tapi kekar itu memangsa burung2 kecil > sembari perching > > > di kabel listrik. > > > > tapi itu kayaknya di thailand atau malaysia. > Gw yakin > > > di jakarta habitatnya > > > > juga masih mampu mendukung survival si elang > kerdil > > > ini. > > > > > > > > > > Hasto P. Irawan > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > -- > > > > > Irma Dana > > > > > http://dawala. wordpress. com [lagi > belajar > > > nulis] > > > > > http://www.friendst er.com/dawala > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > -- > > > Irma Dana > > > http://dawala. wordpress. com [lagi belajar nulis] > > > http://www.friendst er.com/dawala > > Send instant messages to your online friends http://uk.messenger .yahoo.com
