(Buat Pak dan Bu Moderator, maaf sy posting topik yg gak ada hubungannya dg 
burung, tapi gapapa kan karena ini masih soal alam juga, sama kayak burung)

Gw yakin di milis ini banyak mahasiswa or sarjana biologi, yg pasti dapat 
menjawab pertanyaan gw berikut ini kalau tidak pelit berbagi ilmu (Tapi kenapa 
yaaa kok selama ini kalo gw melontarkan topik soal teka-teki biologi di milis 
ini, kok gak pernah ada orang biologi yg terpancing menjawab.. Payah deh!!!..xi 
xi xix....).

Yang gw tanyakan adalah perbedaan bentuk daun pada pohon di daerah tropis dan 
daerah beriklim sedang (temperate). Teka-teki ini hanya dijawab sedikit olah 
Pak Yohanes Surya waktu gw tanyakan di rubrik Fenomena majalah Intisari 
(copy-nya gw copy-paste di bawah ini). Menurut gw, ada yg kurang jelas dalam 
jawaban Pak Yohanes itu (eleeeh teteeep aja ngeyel, dasar awam! padahal yg 
ngejawab kan Pak Yohanes yang pakar!!). 

Di menjawab, di daerah tropis yg curah hujannya tinggi, pohon memang perlu 
berdaun sederhana (simple leaf), dan bukan berdaun majemuk (compound/lobed 
leaf), karena daun di daerah tropis basah membutuhkan permukaan lebih besar 
untuk mempercepat penguapan. 

Yang masih jadi pertanyaan gw dari jawaban Pak Yohanes itu adalah: Apa bener 
sih daun sederhana itu permukaannya lebih lebar dibanding daun majemuk??? 
Bukankah malah lebih sempit, karena daun sederhana tak mempunyai cabang2 (jari 
jari daun) yang memanjang yg lebih bisa menjangkau sinar matahari dan 
mempercepat penguapan???

Kalo menurut gw sih perbedaan bentuk daun itu lebih dipengaruhi faktor seasonal 
dan unseasonal. dimana di daerah yg seasonal (ada perubahan suhu dan intensitas 
matahari dalam setahun) cenderung lebih banyak pohon berdaun majemuk, dan di 
daerah yg unseasonal (tak ada perubahan suhu dan intensitas sinar matahari 
sepanjang tahun, spt di daerah tropis), pohon2 cenderung lebih banyak yg 
berdaun sederhana.

Hayooo para mahasiwa dan ahli biologi, bantu gw doong:)

Salam,
Hasto Pratikto Irawan

-------------------------------------------------------------------------------
Intisari,                       No. 531 TH. XLIV

OKTOBER 2007
Tanya:
Yth. Bpk. Yohanes Surya, bagaimana kabarnya? Saya sangat senang
dengan adanya rubrik “Fenomena” ini. Saya ingin bertanya, mengapa
hampir semua jenis pohon (pohon besar, bukan perdu) di daerah tropis
memiliki daun sederhana (simple leaf), sedangkan                  jenis pohon 
di daerah beriklim sedang (empat musim) kebanyakan                  berdaun 
majemuk (compound leaf atau lobed leaf)
yakni daun yang pinggirnya berbelah-belah mengikuti tulangan jari-jari
daun ataupun bergerigi. Bahkan perbedaan ini juga terjadi pada jenis
pohon yang merupakan anggota dari genus yang sama. Kalaupun di daerah
tropis ada tanaman berdaun majemuk, biasanya hanya tanaman perdu, bukan
pohon besar. 
Apakah simple leaf merupakan hasil evolusi biologis sebagai
adaptasi terhadap intensitas sinar matahari yang tinggi di daerah
tropis, sedangkan lobed leaf merupakan bentuk adaptasi terhadap
intensitas sinar matahari yang rendah di daerah empat musim?
Saya sangat menunggu penjelasan Bpk. Terima kasih  (Hasto                  P. 
Irawan, di Jakarta)

Terima kasih Pak Hasto atas pertanyaannya. Kabar saya baik-baik
saja. Memang benar bentuk daun merupakan hasil evolusi biologis akibat
faktor-faktor lingkungan seperti sedikit banyaknya sinar matahari,
sedikit banyaknya air (hujan), dan angin.
Di tempat tropis - terutama di daerah yang banyak curah hujannya -
daun cenderung berbentuk sederhana. Alasannya karena daun membutuhkan
permukaan yang lebih luas untuk memperbesar penguapan. Sementara bentuk
daun diatur oleh gen-gen di dalam sel yang dinamakan KNOX1.



      

Kirim email ke