Terimakasih untuk pengamatan 'brood parasitism' nya, sangat menarik. Apa
masih pengamatan? Mungkin diamati sampai si monster 'mandiri'.
selamat ya,
Dewi P


On 8/8/08, Bird Watcher <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>      , btw ada cerita tentang burung lain :
>
>
>
> Catatan Kangkok (Si anak monster) Tuk pitu 6 Agustus 2008
>
> Pengamat : Swis, Batak, Sita, Wawan
>
>
>
> Cerita ini tentang seekor anakan Kangkok selalu mengikuti burung Cikrak
> daun (*Phyloscopus trivirgatus*) yang dipikir induknya, di Tuk pitu
> Kinahrejo, Lereng selatan Merapi. Ukuran tubuh Cikrak daun (si Ibu Cikrak)
> hanya kira-kira seper-sepuluh dari anakan kangkok (si anak monster),
> walaupun begitu dia sangat menyayangi anak angkatnya tersebut. Terlihat si
> anak monster selalu berada di samping ibu Cikrak yang dengan sabar menemani
> dan sesekali menyuapinya. Ibu Cikrak tidak menyadari bahwa telurnya dulu
> telah ditukar dengan telur induk Kangkok yang sebenarnya, kemungkinan pada
> waktu Ibu Cikrak meninggalkan sarangnya untuk mencari makan. Walaupun begitu
> dia tetap menganggap si anak monster sebagai anaknya sendiri.
>
> Menarik sekali, burung yang ukurannya jauh lebih besar tersebut diasuh oleh
> ibu Cikrak, bahkan sesekali kepala burung Cikrak daun tersebut tenggelam
> dalam paruh si anak monster waktu sedang menyuapi. Kemungkinan ini burung
> Kangkok ranting (*Cuculus saturatus* *Lepidus*), ras penetap di Jawa.
> Menurut 'field guide Mackinon' burung yang berukuran 26 cm ini,
> persebarannya ada pada semua ketinggian di Jawa dan Sumatera. Paruh bagian
> luar berwarna hitam keabu-abuan yang kontras dengan bagian dalam dan pangkal
> yang berwarna merah terang. Lingkar mata kuning dengan iris cokelat, leher,
> dada dan perut serta tungging berwarna putih bergaris hitam keabu-abuan yang
> rapat terutama pada leher sehingga sering terlihat gelap. Sayap primer,
> punggung dan ekor bagian atas berwarna hitam keabu-abuan gelap dengan
> totol-totol putih. Ekor bagian bawah bercorak hitam keabua-abuan dan putih
> serta Kaki berwarna kuning kemerahan . Dia sering kali terlihat membuka
> ekornya, lalu terbang pendek berpindah-pindah diantara ranting puspa
> mengikuti si Ibu Cikrak.
>
> Awalnya kami mengira ini Kedasi ungu, namun dari ukurannya yang lebih besar
> dibandingkan dengan foto-foto dari Oriental Bird Image'(OBI), kami
> menyimpulkannya sebagai Kangkok ranting 'Juvenil'. Ras penetap yang
> ukurannya memang lebih kecil dari ras migran (*saturatus *dan* horsfieldi*).
> Dalam kesempatan ini kami sangat terhibur dapat mengabadikan 'moment' burung
> yang dapat dibilang unik karena merupakan jenis yang memang sering
> menitipkan telurnya pada sarang burung lain, dasar pemalas hehe..Oya Terima
> kasih dan selamat buat Swiss dan Batak atas foto-foto luar biasa tentang si
> anak monster.
>
>
>
> WawanKIBC
>
> 
>
>

Kirim email ke