Bu Dewi masih tetep muda kok, apalagi sejak gabung di milis SBI-InFo ya..:)
Semangatnya luar biasa untuk perburungan Indonesia.tak terbayangkan 20 tahun lalu Bu Dewi sudah mempelajari seluk beluk burung2..barvo bu! Selamat berdiskusi ya..:) Peace, irma _____ From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Dewi Prawiradilaga Sent: 21 Agustus 2008 14:09 To: thedoel_2000 Subject: Re: [SBI-InFo] itik gunung Salam kenal & selamat bergabung! Kalau boleh tahu, lokasi telaga cebong berapa jauh dari Telaga Warna Dieng? Maaf saya belum pernah sampai kesana. Untuk informasi saja, sekitar 20 tahun yang lalu( saya masih muda lho) ada mahasiswa UGM yang mengamati & menulis skripsi Anas superciliosa di telaga warna Dieng. Saya tahu karena beberapa kali konsultasi ke Bogor. Kalau sekarang itik alis tersebut masih ada disana, saya senang sekali karena belum tersingkir oleh aktivitas penduduk. Dewi Prawiradilaga 2008/8/21 muhammad abdullah <thedoel_2000@ <mailto:[EMAIL PROTECTED]> yahoo.com> Ketika melakukan survey untuk penelitian komposisi jenis tumbuhan di kawasan dataran tinggi dieng wonosobo, kami mendirikan tenda menjelang magrib persis di tepi telaga cebong yang terletak di desa sembungan. Malam yang dingin kami habiskan dengan berpoker ria di dalam tenda, hingga kantuk menggelayuti kelopak mata. Pagi hari ketika skala di thermometer udara menunjuk angka 11oC kami mengambil air wudhu di danau. kala itu masih gelap, tiba-tiba kami dikejutkan oleh "bebek-bebek" yang berterbangan di sekitar danau. awalnya kami mengira itu "bebek biasa" milik penduduk desa, jadi kami tidak begitu peduli dan meneruskan sholat subuh dengan tubuh yang terus menggigil kedinginan. Usai sholat.dan hari kian terang, "bebek-bebek"pun bertambah jumlahnya. Eiit.tunggu dulu..waktu itu kami berada di desa tertinggi di pulau jawa (menurut buku panduan wisata kabupaten wonosobo .red) Desa Sembungan dengan ketinggian 2077 mdpl (menurut Altimeter SUNTOO yang kami bawa), so.mungkinkah ada "bebek biasa" milik penduduk desa.??? selain itu kebanyakan penduduk desa sembungan berprofesi sebagai petani kubis dan kentang. Rasa penasaran kami makin bertambah ketika terlihat ada ciri yang berbeda dari tubuh si "bebek". Binokuler pun disiapkan, tak lupa mencari-cari gambar yang serupa dengan si "bebek" di buku MacKinnon (maklum belum lama main2 sama burung,, hehe) wuih, ada 11 ekor yang teramati dalam waktu yang hampir bersamaan. Weee.ketemu., yang paling mirip adalah gambar itik gunung (Anas superciliosa),, tapi ketika kami cari tahu di keterangan status dan distribusi, bebek, eh maaf si itik gunung ini sekarang hanya ditemui di Jawa Timur dan Bali. lha ini.??? warna hijau di spekulumnya meyakinkan kami kalo mereka adalah itik gunung.. mohon koreksi kalo salah identifikasi dan tambahan informasi.matur nuwuuunnn.. berhubung waktu kami mendesak dan harus menyelesaikan survey, kami tidak bisa bercengkerama lebih lama lagi dengan si "bebek" gunung ini. Tak lama kemudian mereka pun (kawanan "bebek") juga menghilang,,, karena sudah banyak "dieselman" (penduduk yang membawa diesel) yang siap menghidupkan mesin berisik guna menyedot air dari telaga untuk menyirami kentang-kentang mereka yang ditanam dengan menggundulkan bukit-bukit di sekitar danau sampai ke puncak2nya (pilu hatiku ini..) menurut penduduk lokal, dulu disana banyak sekali itik gunung, tapi kini semakin langka. kemungkinan pindah ke telaga2 yang lain di sekitar dieng. oh ya. disana kami juga melihat gambaran alam yang sering dilukis oleh kita sewaktu duduk di sekolah TK : matahari yang terbit diantara dua gunung, Subhanalloh sekali.!!! salam lestari OmDoel * mohon maaf kalo fotonya kurang bagus,,baru belajar motret-motret sih
