Thanks Ibu Dewi atas pencerahannya... eeeeeeh lega deh ada yg mo jawab pertanyaan spt ini di milis ini .... Kayaknya jarang sih bebek tegal or bali yang punya bulu hijau metalik di sayap.. Anas platyrhynchos itu keren juga ya warna bulunya... kenapa ya warnanya jadi dull setelah domestifikasi... Soal postur tegak, sy setuju itu hasil adaptasi, mungkin supaya si bebek bisa lebih mudah berjalan dan berlari. Kalo tubuhnya tetap horisontal, mungkin dia jadi tak lincah berjalan or berlari, karena harus "megal-megol" seperti mentok he he..
--- On Wed, 8/27/08, Dewi Prawiradilaga <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: Dewi Prawiradilaga <[EMAIL PROTECTED]> Subject: Re: [SBI-InFo] Ngomong2 soal bebek..... To: "hasto" <[email protected]> Date: Wednesday, August 27, 2008, 2:50 AM Mungkin nenek moyang semua bebek ternak adalah Anas platyrhynchos. Coba lihat aja deh di ujung sayapnya ada bulu warna hijau metalik gak? Postur tubuh mungkin hasil adaptasi, juga kemampuan bertelur merupakan hasil seleksi. ......... Silahkan aja dicek. dewi On 8/24/08, Hasto P Irawan <hpirawan2005@ yahoo.com> wrote: Mumpung lagi pada ngomongin soal bebek... gw pengen nanya euy... Apa yah nama taksonomi untuk bebek Tegal atau bebek Bali yg kalo berdiri badannya nyaris tegak seperti botol itu (tidak horisontal seperti jenis2 bebek liar) ???? yg banyak dipiara petani untuk diambil telornya... yg lebih piawan berjalan dan berlari ketimbang terbang... Nenek moyangnya bebek Tegal n bebek Bali itu apa yah? apakah sebangsa Anas superciliosa atau Dendrocygna sp dll yg dulu banyak hidup di Jawa/Indonesia? ?? Kenapa tubuhnya tegak, padahal setau gw gak ada bebek liar (yg kemungkinan jadi nenek moyang bebek Tegal/Bali) yg bertubuh tegak?? Kan sudah pasti bahwa nenek moyang bebek Tegal dan Bali itu adalah bebek liar, tapi kenapa evolusi bisa berjalan begitu cepat (cuma beberapa ratus atau ribu tahun) sejak pertama kali bebek itu dipiara manusia: sekarang tubuhnya jadi tegak dan kehilangan kemapuan terbang. Kalau angsa piaraan yg ada di Indonesia mah gw udah tau, itu asalnya dari Cina, bukan asli binatang Indonesia, dia keturunan dari swan-goose/Chinese goose (Anser cygnoides) yg sepupu liarnya masih hidup liar di Mongolia, Cina Utara, and Rusia. Tapi si Anser cygnoides ini oleh orang Cina udah dijinakkan dan dipiara sebagai binatang konsumsi sejak ribuan tahun lalu, sehingga bentuk angsa piaraan ini udah berbeda dengan bentuk "aslinya" yg hidup liar: tubuh angsa piaraan lebih gede, gempal dan berat, karena makanannya terjamin disediakan manusia, dan sudah kehilangan kemampuan terbang, di samping karena tubuhnya udah jadi berat, juga karena setelah dipiara manusia dia tak perlu terbang lagi untuk cari makan, atau terbang ribuan mil untuk bermigrasi menghindari musim dingin, so lama2 otot terbangnya menyusut. Dan hasil evolusi yg paling aneh dari angsa jenis piaraan adalah tonjolan di pangkal paruh bagian atas, padahal Anser cygnoides yg liar tak punya tonjolan ini. Aneh juga, apa gunanya tonjolan ini dan kenapa baru muncul setelah si Anser jadi binatang piaraan dan tak terdapat pada si Anser liar.... Apa fungsinya coba? bukankah semua hasil evolusi pasti ada fungsinya untuk survival spesies itu? Itu soal angsa. Tapi bagaimana dengan sejarah terbentuknya si bebek buruk rupa dari Tegal dan Bali ini??? Ada yg tau...???? Halah! seperti biasanya pasti gak ada yang tau/jawab deh! (biar kepancing eeeuuy xi xix ix) Hasto P.
