Salam Iya mas menurut teori memang begitu. Makanya disarankan pakai mic unidirectional untuk mengurangi suara-suara lain (angin, dsb).
Yang lebih mantap bisa menggunakan mic parabolic. Ada produk jadi, tapi setahu saya lumayan mahal dan belum pernah lihat di Indonesia. Produk dan teori bisa dilihat di: http://www.telinga.com/ Penggunaan mic parabolic ini lumayan untuk menguatkan suara, terlebih jika sumber suara cukup jauh. Saya sempat test sederhana, dengan menggunakan corong plastik, mic saya posisikan di depannya. Cukup berbeda dibanding dengan mic langsung. Cuma karena bentuknya kurang parabolic (semi kerucut) maka hasilnya kurang maksimal. Sebenarnya kalau mau, bisa memodifikasi sendiri. Mengoprek produk oprekan. Coba dioprek antena Wifi Wajanbolic. Tinggal diganti antena Wifinya dengan mic, diletakkan pas di titik api (titik fokus). Untuk desain wajambolic bisa lihat disini: http://my.opera.com/PM-MD/blog/tutorial-singkat-pembuatan-antena-wajanbolic-2-4-ghz Oprekan yang saya sebut diatas, jika kita ingin hasil maksimal. Kalau hanya ingin merekam "alakadarnya" sih memang bisa cukup menggunakan alat perekam biasa. Semoga ada manfaatnya dan selamat mencoba. KB --- On Sun, 8/31/08, w edho <[EMAIL PROTECTED]> wrote: O ya pak Bas, saya pernah nyoba juga pake yg digital kualitas ecek-ecek, sudah barang tentu hasilnya ecek-ecek heehe...tapi mic pengarah kayaknya wajib deh, berhubung terlalu banyak gangguan spt angin dll. Ada yg punya mic beginian ato pernah make? e!
