Loh ndak papa mas, kemungkinan-kemungkinan itu bisa saja ada. nah mari kita sama-sama monitoring burung itu terus, kalo bener itu yang dari Angke saya coba cari lewat jalan mana mereka ke monas? apakah dari Angke langsung ke Monas? atau menclok-menclok ke tempat lain dulu baru sampai ke Monas. Ady Kristanto
--- On Tue, 9/9/08, Hasto P Irawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: Hasto P Irawan <[EMAIL PROTECTED]> Subject: Re: [SBI-InFo] 60 ekor green pigeon di satu pohon di tengah Jakarta.. To: [email protected] Date: Tuesday, September 9, 2008, 1:47 PM Punai gadingnya burung gaul kalee Mas jadi lebih suka di Monas yg rame dan di pusat kota daripada di Angke yang pinggiran..hwekekek .. Tapi menarik juga tuh Mas untuk diselidiki kenapa di ANgke punai berkurang, tapi di Monas malah jadi banyak.. Apalagi kalo benar punai gading yg di Monas itu pindahan dari Angke.. Mungkin sebabnya dari ketersediaan pakan, dimana di Monas dan sekitarnya lebih banyak jenis pohon yg menghasilkan pakan punai (misalnya figs/buah ara atau Ficus sp, yg setau gw di Monas dan di sekitarnya banyak pohon2 dari keluarga Ficus/sebangsa beringin dan kerabat2nya) . Mungkin juga dari segi "keamanan", dimana di Monas yg rame justru gak pernah ada pemburu atau pengganggu burung (sehingga banyak tekukur santai2 aja jalan2 di tanah), thanks to Satpol PP yg selalu petentengan. . Sedangkan di Angke yg tak terjaga justru malah banyak pengganggu atau pemburu burung. Ini cuma mungkin lhoooo... ntar sok tau lagi deh he he... Hasto P. --- On Mon, 9/8/08, Ady Kristanto <ady_kristanto@ yahoo.com> wrote: From: Ady Kristanto <ady_kristanto@ yahoo.com> Subject: Re: [SBI-InFo] 60 ekor green pigeon di satu pohon di tengah Jakarta.. To: [EMAIL PROTECTED] s.com Date: Monday, September 8, 2008, 3:45 AM Wow bagus itu mas, masukin aja ke dalam list burung-burung di monas. yang menarik juga di Angke sendiri jumlah Punai gading (Treron vernans) mulai berkurang, tahun2 dulu dimana di Angke masih dijumpai dalam jumlah besar sekarang paling besar 20an ekor. apa pada ke Monas ya? kalo iya kenapa pindah? selidiki ah Salam Ady Kristanto --- On Sun, 9/7/08, Hasto P Irawan <hpirawan2005@ yahoo.com> wrote: From: Hasto P Irawan <hpirawan2005@ yahoo.com> Subject: [SBI-InFo] 60 ekor green pigeon di satu pohon di tengah Jakarta.. To: [EMAIL PROTECTED] s.com Date: Sunday, September 7, 2008, 9:46 AM Secara kemarin ada ponakan dari daerah dateng, yah terpaksa deh anterin mereka jalan2. salah satunya ke monas (hoeks.. buassik buanget). Buat gw, monasnya sendiri samasekali tidak menarik dan udah masuk kategori "garing" he he. tapi ah gak terlalu rugi juga kok klo ke sana. Secara, di sana ada juga yg gw sukai: pohon2 dan burung!! Maka sore itu berangkatlah gw nganterin ponakan2 bawel, yah itung2 ngabuburit.. Ternyata memang gak rugi gw kesana, gw nemu hal yg menarik saat itu. waktu itu jam 5 sorean gitu, menjelang matahari terbenam. ketika gw lewat di sekitar beringin besar di sisi barat taman, gw dibuat menghentikan langkah karena melihat berkali2 ada kawanan burung dateng menuju beringin besar itu. Gw pun ngeliat ke atas. Gileee..., ternyata di puncak canopy beringin itu udah bertengger puluhan burung. Gw sempetin menghitung dgn teliti. Yg sempat gw itung, saat itu ada 60 ekor burung di satu pohon itu!! FYI, menghitung perkara mudah karena mereka bertengger di puncak beringin yang cabang2nya bare (tak berdaun). Tapi yg jelas jumlahnya pasti lebih dari 60, karena masih ada beberapa yg hinggap di daerah2 berdaun yg tak begitu jelas dan gw gak telaten menghitungnya. Karena bertengger di puncak beringin yg tinggi, dari bawah tak jelas burung jenis apa. Setelah gw liat dengan binokular yg gw bawa (Bushnell perbesaran 12x), ternyata mereka semuanya Pink-Necked Green Pigeon (Treron vernans). Keliatan jelas warna bulu hijau muda, dengan semburat warna ungu dan pink di leher dan dada, serta primaries (bulu terbang alias "penjawat"-- kata orang kampung gw) berwarna hitam. Beberapa di antaranya warna pink di leher tidak muncul, jadi bulunya hampir semua hijau, mungkin itu yg betina. Gw rada2 amazed juga ngeliatnya, secara ini di tengah Jakarta. dan si beringin besar itu cuma sekitar 60 meter dari jalan thamrin yg selalu gemuruh. Kalo di taman nasional mana getoo seh gak heran ada flocking sampe 60 ekor di satu pohon. Mungkin beringin itu memang roosting site buat para green pigeon menjelang tidur, jadi green pigeon dari seantero taman monas dan sekitarnya ngumpul di situ. Namun, setelah magrib dan matahari terbenam, ternyata mereka sudah tak ada lagi di puncak beringin. satu demi satu terbang turun dan masuk ke rerimbunan daun pohon sawo jawa (Manilkara kauki), kepuh (Sterculia foetida), dan kenari (Canarium commune) yg ada di sekitar beringin, untuk tidur. Jadi beringin itu cuma tempak kongko dan ngumpul2 sebelum mereka masuk ke tempat peraduan masing2.. cieeee... Setahu gw, dulu green pigeon tak sebanyak itu di monas. Berarti setelah beberapa tahun, mereka survive di monas dan beranak pinak. Moga2 aja gak ada tangan jahil yg bakalan mengganggu deh.. eleeeh jadi kepikiran neh akan nasib mereka.. Hiks. Dan mungkin pula udah saatnya si green pigeon ini dimasukkan dalam daftar burung penghuni Monas. Kayaknya di daftar burung Monas yg dulu blom ada tuh green pigeon. Meski kayaknya green pigeon itu bukan asli penghuni Monas, dan kemungkinan besar merupakan hasil reintroduksi (atau malah hasil introduksi, tanpa "re"), tapi si green pigeon terbukti udah survive di sana selama beberapa tahun, dan kayaknya juga proliferate/bertambah banyak. Nah buat para pakar burung jakarta, gimana neh, apa si green pigeon udah layak masuk ke daftar burung penghuni Monas/Jakarta? ?? Hasto P. Irawan
