Bagus pemandangannya Hasto:) BTW, please kirim gambarnya jgn terlalu besar alias lebih dari 100k. Banyak yang protes ke moderator, karena kapasitas narik email temen2 ini berlaku buat semua anggota milis juga:(
makasih, irma 2008/11/5 Hasto P Irawan <[EMAIL PROTECTED]> > NB: Sorry fotonya kecil dan kabur, maklum cuma pake kamera digital poket > dgn zoom rendah, lagian motretnya dalam kondisi goyang terus krn motret dari > perahu yg diombang ambing gelombang. > > > Kemarin gw dan temen2 dari Pangandaran, Batu Karas dan Green Canyon. Gak > banyak burung yg terlihat (langka banget seeeh), dan memang tujuannya bukan > utk birdwatching, lagian temen2 gak ada yg kenal atau doyan burung kecuali > yg udah di atas piring he he he. > > Salah satu yg gw liat ya elang laut perut putih (white-bellied sea > eagle/Haliaeetus leicogaster) itu. Gw liat sepasang (dua ekor) yg > soaringsekitar jam 12 siang di atas laut dekat tebing curam di ujung > semenanjung > cagar alam Pananjung, Pangandaran. Kayaknya mereka resident pair, > bersarang di pohon dan semak yg tumbuh di tebing curam di semenanjung itu yg > sulit diakses orang. Gw sempet ragu apa bener itu elang laut perut putih. > SECARA, yg gw liat itu bagian putihnya gak bener2 putih, tapi rada > kecoklatan/krem, dan bagian hitamnya juga gak merata hitam. Setelah gw liat > ke buku, memang bener elang laut perut putih yg immature warnanya rada > kecoklatan. Jadi kemungkinan itu elang laut perut putih yg immature(tolong > dibenerin kalo salah). > > Satunya lagi yg gw liat adalah javan kingfisher (Halcyon cyanoventris). > Sorry gak ada fotonya, gak sempet motret krn perahunya keburu lewat, tapi > jelas gw inget paruhnya yg berwarna jingga dan bulu sayap serta sebagian > badan yg berwarna biru-ungu berpendar (iridescent). gak salah lagi deh.. > Gw liat nyempil di antara rerimbunan vegetasi pinggir sungai di Green Canyon > yg berair hijau bening (bukan coklat spt sungai tropis umumnya). > > Green Canyon tempatnya cukup eksotis, di sepanjang tepi sungai tertutup > oleh vegetasi tipe dataran rendah yg lebat menjulang tinggi. ditambah > banyaknya pohon bungur (Lagerstromeia speciosa) di sana-sini yg semuanya > sedang dalam masa full-bloom. Bunganya yg berwarna ungu, lavender, atau > pink terang itu, yg sarat di sekujur tajuknya, memberi nuansa seperti di > Cina atau Jepang ketika lagi spring (di gambar2 kalender he he). Di Batu > Karas gak liat burung satu pun yg cukup besar/signifikan, karena waktu itu > mendung dan gerimis terus terusan. > > Oh ya, kenapa yaa di laut2 atau pantai2 daerah tropis tak ada burung camar > (sea gull). Kalopun gull itu habitatnya bukan daerah tropis, kenapa di > daerah tropis tak ada spesies lain yg menempati relung/niche camar? Gw yakin > pasti ada (mungkin tern?), tapi kalopun ada kenapa jumlahnya tak sebanyak > camar di daerah subtropis. Kalo kita liat langit di pantai2 di manapun di > sini, nyaris kosong tanpa kehidupan burung, apalagi pantai yg sudah padat > dihuni orang. Sedangkan di pantai2 daerah subtropis atau di daerah > high-latitude, terlihat camar berseliweran dengan teriakannya yg > bersahutan, bahkan di pantai2 yg padat dengan aktivitas manusia bisa > dijumpai camar bersliweran (gw ngeliat di TV doang seeh, secara gw blom > pernah ke luar negeri, Hiks!). Di Perth Australia bahkan camar yg besar2 itu > juga ventures sampe ke taman2 di pinggir laut, bercengkerama dgn > pengunjung taman. > > Apa memang di laut tropis begitu sedikit ikan sehingga burung pemakan ikan > juga sangat rendah populasinya??? > > =Hasto Pratikto Irawan= > > > > > -- Irma Dana http://dawala.wordpress.com [lagi belajar nulis] http://www.friendster.com/dawala
