Memang rumit sih, kita gak bisa melihatnya dari satu sisi. Tapi, dari keterangan buku MacKinon itu, bahwa camar banyak terdapat di daerah high latitude (iklim sedang) karena di sana ada arus laut atau kondisi habitat yg memungkinkan ikan jadi berlimpah, semakin kuat dugaan saya bahwa penyebab utamanya adalah ketersediaan makanan. Berbeda dengan kasus flamingo. Kalau flamingo tak ada di indonesia, mungkin karena di sini sudah banyak spesies selain flamingo yg mengisi relung itu, misalnya heron dan egret yg sama2 berhabitat telaga atau perairan dangkal. Tapi dalam kasus camar kan tidak demikian. Meskipun di sini juga ada spesies yg mengisi relung itu (misalnya tern atau dara laut), tapi jumlah tern di sini juga tak melimpah. tidak spt camar di daerah high latitude. Jadi bisa dikatakan relung itu di sini kosong alias tak ada yg menempati. APakah sebabnyaaaa???????????????????? Saya jelas gak tau apa bener di laut dingin itu lebih banyak ikan ketimbang di laut tropis. Tapi kalo melihat gejala alam yg kentara dan gampang dideteksi, kok kayaknya begitu ya. Misalnya, hampir semua mamalia pemakan ikan tak ada atau tak banyak di laut tropis (anjing laut, singa laut, lumba2)--berarti bisa diduga bahwa di sini tak banyak makanan berupa ikan. Kebanyakan spesies paus juga cuma "numpang lewat" di laut tropis. Saya pernah liat di TV, ternyata jenis paus sperm whale (kalo gak salah, ini jenis paus yg jadi buruan rakyat Lamalera di bulan tertentu) cuma datang ke laut tropis waktu mau ngelahirin anak. Alasannya, laut tropis hangat dan ramah (tidak stormy) sehingga cocok untuk bayi paus. Tapi begitu selesai melahirkan, ibu dan anaknya akan kembali berenang ribuan mil ke laut di daerah iklim sedang, menurut tayangan TV itu karena di laut tropis tak ada makanan, plankton tak banyak. Sedangkan paus semacam killer whale (orca) jelas tak bisa dijumpai di laut tropis, karena makanannya (mamalia pemakan ikan semacam anjing laut) tak ada di laut tropis. Masuk akal juga, di daerah tropis suhu air tinggi, maka kandungan oksigen sedikit. Karena kandungan oksigen rendah, kehidupan plankon juga dikit, sehingga ikan pemakan plankon dikit, dan ikan besar pemakan ikan kecil sedikit, dan akibatnya burung2 serta mamalia pemakan ikan juga sedikit. Mungkin begitu kaleee, gak tau bener enggaknya, karena ini cuma gw sendiri yg mengira-ngira sebagai orang awam he hehe... Salam, Hasto Pratikto
--- On Tue, 12/9/08, Ady Kristanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: Ady Kristanto <[EMAIL PROTECTED]> Subject: Re: [SBI-InFo] Silver Gull To: [email protected] Date: Tuesday, December 9, 2008, 5:22 AM Hmm, agak rumit juga, saya juga masih bingung kenapa flaminggo ndak ada di Indonesia? mungkin tidak hanya berdasarkan kesediaan pakan, tetapi juga karena faktor lain bisa isolasi geografi, ancaman predator, suhu yang ekstrim, dll. tetapi dari keterangan buku MacKinnon camar umum ditemukan di kawasan beriklim sedang, tempat arus naik di laut yang dalam (upwellings) yang mendukung melimpahnya ikan pelagik. Semoga berguna Salam Ady Kristanto From: Hasto P Irawan <hpirawan2005@ yahoo.com> To: [EMAIL PROTECTED] s.com Sent: Tuesday, December 9, 2008 4:58:16 PM Subject: Re: [SBI-InFo] Silver Gull Thanks, Bung Ady. Tumben nih pertanyaan kayak gini ada yg mau jawab he he he . Pertanyaan ini sebenernya udah saya posting sebelumnya secara khusus lhoo, tapi gak ada yg jawab. O gt yaa... semuanya migran. Berarti pertanyaannya sekarang: kenapa gak ada camar yg resident? Bukankah banyak-sedikitnya spesies di suatu tempat itu tergantung ketersediaan pakan? Kalo camar gak banyak atau gak menetap di sini, mungkinkah sebabnya karena sedikitnya pakan?? Salam, Hasto P. --- On Tue, 12/9/08, Ady Kristanto <ady_kristanto@ yahoo.com> wrote: From: Ady Kristanto <ady_kristanto@ yahoo.com> Subject: Re: [SBI-InFo] Silver Gull To: [EMAIL PROTECTED] s.com Date: Tuesday, December 9, 2008, 4:28 AM Pertanyaan yang menarik ... saya juga iri kalo liat film-film luar dimana camar dengan bebasnya terbang di pantai-pantai namun sayang sekali bersumber dari buku dewanya pengamat burung "Burung-burung di Sumatera, Jawa, Bali dan Kalimantan - John MacKinnon dkk." dari tiga jenis camar (gull) yang ada semuanya bukan penetap atau semuanya burung yang bermigrasi ke Indonesia. Tiga jenis tersebut: 1. Camar kepala hitam (Larus ridibundus) mengunjungi Sumatera, Kalimantan dan Jawa 2. Camar Sabine (Xema sabini) hanya mengunjungi Sumatera 3. Camar kepala coklat (Larus brunnicephalus) hanya mengunjungi Sumatera Nah yang ke Jawa hanya 1 jenis doang itu pun disebutkan di Sunda besar umumnya terbang ditengah laut jadi suseh ngeliatnya. tetapi kalo untuk dara laut (tern) beberapa jenis masih gampang ditemukan. seperti di Muara Angke dan Kepulauan Seribu, Jakarta. nah mungkin rekan-rekan lain bisa menceritakan pengalamannya dengan camar (gull)? Oya apakah rekan-rekan mengetahui informasi tentang tiong lampu biasa (Eurystomus orientalis) terutama catatan-catatan pertemuan di Jawa? minta informasinya ya. Salam Ady Kristanto From: Hasto P Irawan <hpirawan2005@ yahoo.com> To: [EMAIL PROTECTED] s.com Sent: Tuesday, December 9, 2008 4:11:16 PM Subject: Re: [SBI-InFo] Silver Gull Nice pic:) Mo nanya neeh, kepada sapa aja yg bisa jawab. Masih ada kaitannya kok dgn pic ini. Pertanyaannya: Faktor X apakah yg menyebabkan di Indonesia burung camar (atau spesies lain yg menempati relung/niche camar) tidak common/tidak umum dijumpai, sedangkan di daerah2 sub-tropis camar umum dijumpai berseliweran di pantai2, bahkan di pantai atau kota pantai yg padat dgn aktivitas manusia? Buat gw, faktor X ini sangat misterius dan memancing curiousity dan gw bener2 gak tau jawabnya. Tapi buat para pakar burung pasti kan mudah untuk menjelaskan faktor X itu... Maaf kalo topik2 semacam ini biasanya gak disukai di milis ini :-P Salam, HP Irawan --- On Thu, 12/4/08, iwan londo <[EMAIL PROTECTED] com> wrote: From: iwan londo <[EMAIL PROTECTED] com> Subject: [SBI-InFo] Silver Gull To: "SBI" <[EMAIL PROTECTED] s.com> Date: Thursday, December 4, 2008, 6:58 AM
